TribunTimur/

Didemo Orang Tua Siswa, Kepsek SMAN 1 Galesong Utara Ngaku Lalai   

Solusinya pihak sekolah akan melakukan rapat komite bersama guru untuk menambahkan satu kelas bagi siswa Desa Tamasaju yang tidak lulus.

Didemo Orang Tua Siswa, Kepsek SMAN 1 Galesong Utara Ngaku Lalai   
Reni Kamaruddin/tribuntakalar.com
Kepala SMAN 1 Galut Zainal Abdidin meladeni orang tua siswa yang unjuk rasa, Senin (17/7/2018).  
Reni Kamaruddin/Tribuntakalar.com
TRIBUNTAKALAR.COM,GALESONG UTARA- Kepala Sekolah SMAN 1 Galesong Utara mengakui lalai pada penerimaan siswa baru tahun 2017 ini. 
Hal tersebut menyebabkan banyaknya siswa yang berdomisili disekitar sekolah tidak diterima sementara siswa yang berdomisili jauh diterima. 
"Pihak Sekolah mengakui adanya kelalaian dengan calon siswa yang tidak memeriksa dan mencocokkan terlebih dahulu surat keterangan domisili dan kartu Keluarga. Jadi kalau betul siswa tersebut tidak berdomisili di Tamasaju, maka pihak sekolah akan memanggil orang tuanya untuk dimintai keterangannya," kata Kepala SMAN 1 Galut, Zainal Abdidin.
Hal tersebut disampaikan dihadapan orang tua siswa, ketika melakukan dialog bersama para pengunjuk rasa diruangannya.
Solusinya pihak sekolah akan melakukan rapat komite bersama guru untuk menambahkan satu kelas bagi siswa Desa Tamasaju yang tidak lulus.
Seperti diketahui orang tua siswa yang anaknya tidak diluluskan melakukan aksi unjuk rasa didepan SMAN 1 Galut, Desa Tamasaju Kecamatan Galesong Utara. 
Orang tua siswa menganggap banyak terjadi kejanggalan selama proses penerimaan siswa baru berlangsung. Panitia penerimaan diduga tidak transparan dalam proses pendaftaran.(*)
Penulis: Reni Kamaruddin
Editor: Ilham Mangenre
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help