TribunTimur/
Home »

Lutra

Banjir Sambut Murid SDN 160 Landung Dou Luwu Utara di Hari Pertama Sekolah

Kondisi tersebut tak menjadi hambatan bagi 140 murid sekolah di wilayah terpencil itu.

Banjir Sambut Murid SDN 160 Landung Dou Luwu Utara di Hari Pertama Sekolah - sdn-160-lutra_20170717_165727.jpg
chalik/tribunlutra.com
Banjir setinggi lutut orang dewasa merendam gedung SDN 160 Landung Dou, Desa Wara, Kecamatan Malangke Barat, Luwu Utara, Senin (17/7/2017).
Banjir Sambut Murid SDN 160 Landung Dou Luwu Utara di Hari Pertama Sekolah - banjir-lutra_20170717_165704.jpg
chalik/tribunlutra.com
Banjir setinggi lutut orang dewasa merendam gedung SDN 160 Landung Dou, Desa Wara, Kecamatan Malangke Barat, Luwu Utara, Senin (17/7/2017).

Laporan Wartawan TribunLutra.com, Chalik Mawardi

TRIBUNLUTRA.COM, MALANGKE BARAT - Banjir setinggi lutut orang dewasa merendam gedung SDN 160 Landung Dou, Desa Wara, Kecamatan Malangke Barat, Luwu Utara, Senin (17/7/2017).

Banjir sejak Jumat (14/7/2017) akibat meluapnya air sungai terbesar di Luwu Utara, Sungai Rongkong.

Kondisi tersebut tak menjadi hambatan bagi 140 murid sekolah di wilayah terpencil itu.

Mereka tetap antusias hadir di hari pertama sekolah pascalibur panjang pagi tadi.

"Kami sudah terbiasa dengan banjir," kata murid, Adi.

Baca: Warga Kalotok Luwu Utara Tewas Akibat Terkena Senjata Papporo Sendiri

Kepala SDN Landung Dou Nurhana berharap air cepat surut.

"Agar proses belajar mengajar bisa dilangsungkan di gedung sekolah," kata dia.

Untuk sementara proses belajar mengajar dilakukan di teras gedung SMPN 6 Malangke yang berjarak 50 meter dari SDN Landung Dou.

SDN Landung Dou sudah jadi langganan banjir sejak tahun 2008.

Lokasinya yang rendah dan luapan air Sungai Rongkong jadi penyebab utama.

Pihak sekolah sudah puluhan kali meminta relokasi namum belum pernah direalisasikan Pemkab Luwu Utara.(*)

Penulis: Chalik Mawardi
Editor: Mahyuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help