TribunTimur/

Petani Kampung Punnia Pinrang Ditemukan Tewas di Sungai

Mayat korban dibawa ke rumah duka. Polisi tak mengotopsi mayat atas permintaan keluarga almarhum.

Petani Kampung Punnia Pinrang Ditemukan Tewas di Sungai
Hery Syahrullah/tribunpinrang.com
Mayat Palla (77) di rumah duka, Kampung Punnia, Dusun Benteng, Desa Marannu, Kecamatan Mattirobulu, Kabupaten Pinrang, Minggu (16/7/2017). 

Hery Syahrullah/Tribunpinrang.com

TRIBUNPINRANG.COM, MATTIRO BULU- Malang nasib Palla (77), warga Kampung Punnia, Dusun Benteng, Desa Marannu, Kecamatan Mattirobulu, Kabupaten Pinrang.

Petani itu ditemukan tak bernyawa, diduga akibat terbawa arus saluran irigasi Punnia.

Putra almarhum, Rusli (35), mengatakan, ayahnya berangkat ke sawah, Sabtu 15 Juli 2017 sekira pukul 16.00 Wita.

"Namun tak kunjung kembali," kata Rusli kepada Tribunpinrang.com.

Rusli sempat mengira sang ayah bermalam di rumah saudara almarhum, Rusdi.

"Namun setelah dicek, ternyata ayah saya tak ada di rumah saudara saya," katanya.

Dari situ, Rusli ke irigasi mencari ayah. Ia menduga orangtuanya hanyut terbawa arus irigasi.

"Kami pun mendatangi kebun dan ternyata sisa barang-barang ayah saya yang ada."

Rusli kemudian melaporkan kejadian ke pemerintah desa dan kepolisian.

"Pencarian pun dilakukan dan sempat ditunda keesokan harinya," katanya.

Korban baru ditemukan, Minggu (16/7/2017) sekitar pukul 12:00 Wita.

Korban ditemukan oleh keluarganya sendiri, Amirullah (43), di Sungai Padanglampe, Kecamatan Lanrisang, Kabupaten Pinrang. 

Mayat korban dibawa ke rumah duka. Polisi tak mengotopsi mayat atas permintaan keluarga almarhum. (*)

Penulis: Hery Syahrullah
Editor: Ilham Mangenre
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help