TribunTimur/
Home »

Gowa

Malino Resmi Jadi Warisan Sejarah Gowa

Malino ini sering bermukim orang Belanda, perjanjian Poso dan Ambon juga dilakukan disini. Jadi pantaslah jika Malino dijadikan warisan sejarah

Malino Resmi Jadi Warisan Sejarah Gowa
Waode Nurming/Tribun Timur
Beatiful Malino 2017 

Laporan Wartawan Tribun Timur Wa Ode Nurmin

TRIBUN-TIMUR.COM,SUNGGUMINASA- Lokasi wisata Malino kini resmi dinyatakan sebagai warisan sejarah Gowa atau Gowa Heritage.

Peresmian nama ini dilaunching langsung Gubernur Sulsel Syahrul YL dalam rangkaian event Beautiful Malino di dalam kawasan hutan pinus Malino, Sabtu (15/7).

Dihadapan Deputy Pemasaran dan Pengembangan Kementerian Pariwisata RI, Esthy Reko Astuty,Syahrul menjelaskan Malino memang pantas dijadikan sebagai wisata yang menyimpan banyak sejarah.

"Jadi ibu deputy di Malino ini sering bermukim orang Belanda, perjanjian Poso dan Ambon juga dilakukan disini. Jadi pantaslah jika Malino dijadikan warisan sejarah. Selain itu pahlawan nasional Sultan Hasanuddin dan Syekh Yusuf juga lahir di Gowa," katanya dihadapan ribuan pengunjung.

Olehnya mantan bupati Gowa dua periode ini juga sudah berjanji membuatkan panggung alam didalam kawasan hutan pinus.

"Tahun depan Insya Allah juga saya bisa ajak Presiden bapak Jokowi untuk bisa hadir di event ini. Makanya pak bupati tetapkan event ini digelar kapan, jangan diubah-ubah, seperti Lovely December. Mari kita berniat sama-sama, " .

Esthy saat memberikan sambutan mengapresiasi sangat ide Bupati Gowa menggelar event ini.

"Malino sudah dikenal sejak 1920. Dan saya sangat mengapresiasi apa yang dilakukan pak bupati," ujarnya.

Esthy yang mengaku kedatangannya ini menjadi agenda pulang kampung pun menjelaskan jika ada tiga hal yang harus dilakukan dalam dunia pariwisata.

"Yakni atraksi, dengan maksud bahwa Malino sudah punya culture dan sesuatu yang menjadi daya tarik. Lalu Amenitas fasilitas seperti sepanjang jalan Malino ini sudah banyak penginapan yang terlihat dan juga aksesibilitas yakni akses infrastruktur jalan," katanya lagi.

Ia pun mengaku mendukung event ini untuk semakin bagus kedepannya.

Sementara Adnan juga sedikit menjelaskan alasan menyelenggarakan event tersebut.

"Malino punya potensi alam dan saya bercita-cita ingin membangun Malino seperti Kota Raya Bogor. Itulah kenapa saat ini saya lakukan pelebaran jalan agar mempermudah akses dari Makassar ke Malino yang dari dua jam bisa ditempuh hanya dengan 45 menit," jelasnya.

Diakhir acara, penampilan dari band Musikimia dan Adi Naff menutup rangkaian kegiatan event.

Penulis: Waode Nurmin
Editor: Ardy Muchlis
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help