Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Pilwali Makassar 2018

Dicoret dari Daftar Usungan PAN, Ini Kata Farouk M Betta

Selain Aru sapaan Farouk M Betta, Andi Rachmatika Dewi (Nasdem), Irman Yasin Limpo (birokrat), Iqbal Abd Djalil (PKS), Nunung Dasniar (Gerindra) dll

Penulis: Abdul Azis | Editor: Ardy Muchlis
TRIBUN TIMUR/ABDUL AZIS
Ketua DPD II Partai Golkar Makassar Farouk M Betta 

Laporan Wartawan Tribun Timur Abdul Aziz Alimuddin

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Ketua Tim Pemenangan Pilkada (TPP) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Amanat Nasional (PAN) Kota Makassar, Hasanuddin Leo, mencoret nama Ketua DPD II Partai Golkar Makassar Farouk M Betta dari bursa usungan PAN di Pilwali Makassar.

Selain Aru sapaan Farouk M Betta, Andi Rachmatika Dewi (Nasdem), Irman Yasin Limpo (birokrat), Iqbal Abd Djalil (PKS), Nunung Dasniar (Gerindra) dan Nasran Mone (Golkar) juga dicoret.

Baca: Deng Ical Ingin Golkar-Demokrat Koalisi di Piwali Makassar

Sementara enam calon usungan partai berlambang matahari terbit itu masih bertahan karena mengembalikan surat kesiapan membiayai survei PAN senilai Rp 150 juta untuk tiga kali survei.

Mereka Ramdhan Pomanto (incumbent), Syamsu Rizal (Demokrat), Adi Rasyid Ali (Demokrat), Haris Yasin Limpo (Golkar), Andi Mustaman (pengusaha) dan Ketua PAN Makassar Hamzah Hamid.

Menanggapi nama ketuanya dicoret oleh TPP DPD PAN Makassar, Bendahara DPD II Partai Golkar Makassar, Rahman Pina, angkat bicara.

Baca: Firdaus Djolllong Usul Balon Wali Kota PAN Tidak Diuji Kelayakan dan Kepatutan

"Pak Aru bukan politisi kemarin pagi. Beliau sangat matang dalam mengambil sikap. Sudah bukan rahasia umum lagi, bahkan sudah terang benderang ada kandidat yang ingin didukung oleh PAN," tegas Ketua Komisi C DPRD Makassar ini, Minggu (16/7/2017).

Meski nama ketuanya dicoret, mantan Plt Ketua DPRD Makassar ini mengaku Farouk M Betta tetap menghormati proses yang ada di PAN.

"Itu proses mereka, ini sikap Pak Aru," ujar Rahman Pina.

Sementara Farouk M Betta enggan berkomentar banyak perihal namanya dicoret oleh TPP DPD PAN Makassar.

"Partai Golkar ingin berkoalisi, koalisi di pilwali sama koalisi di pilgub. Golkar sudah punya calon, yaitu Pak NH-Aziz dan PAN juga sudah punya calon," ujar Aru.

Terpisah, Ketua TPP DPD PAN Makassar, Hasanuddin Leo, menyatakan, sesuai ketentuan di PAN, enam nama diatas memenuhi syarat. Sehingga lanjut Leo, keenamnya akan disurvei.

"Sementara enam lainnya dinyatakan gugur karena hingga batas akhir pengembalian surat, hanya enam yang mengembalikan," tegasnya.

"Survei tiga kali dilakukan. Ada rens waktu untuk mensurvei. Sekarang tinggal menunggu hasil survei. Bukan Rp 450 juta ya, tapi Rp 150 juta untuk tiga kali survei," katanya.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved