TribunTimur/
Home »

Luwu

Pemkab Luwu Tutup Aktivitas Tambang AMP PT Harfiah di Desa Kadong-kadong

Ketua DPRD Luwu Andi Abdul Muharrir mengatakan aktivitas pertambangan PT Harfiah untuk sementara dihentikan setelah menunjukkan semua perizinanya.

Pemkab Luwu Tutup Aktivitas Tambang AMP PT Harfiah di Desa Kadong-kadong
desy/tribunluwu.com
Ketua DPRD Luwu, Andi Abdul Muharrir, saat meninjau lokasi longsor di Dusun Kaladi, Desa Kaladi, Kecamatan Suli Barat, Kabupaten Luwu, Selasa (4/4/2017). 

Laporan Wartawan TribunLuwu.com, Desy Arsyad

TRIBUNLUWU.COM, BAJO BARAT - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Luwu, dan Pemerinta Kabupaten (Pemkab) Luwu, mendatangi area tambang Asphalt Mixing Plant (AMP) PT Harfiah di Desa Kadong - kadong, Kecamatan Bajo Barat, Luwu, Jumat (14/7/2017).

Kedatangan mereka untuk menutup seluruh aktivitas tambang PT Harfiah telah beroperasi sejak tahun 2013 hingga saat ini tidak dapat menunjukkan perizinannya.

Baca: Harga Tomat Naik Hingga Tiga Kali Lipat di Pasar Suli Luwu

Ketua DPRD Luwu, Andi Abdul Muharrir, mengatakan bahwa aktivitas pertambangan PT Harfiah untuk sementara dihentikan setelah menunjukkan semua perizinannya.

"Untuk sementara pabriknya dilarang untuk beroperasi, sampai ada titik temu dan menyiapkan semua kelengkapan administrasi sekaitan dengan perizinannya," jelasnya kepada tribunluwu.com, Sabtu (15/7/2017).

Selain itu aktivitas tambang juga merusak akses utama transportasi warga karenaaktivitas truk raksasa PT Harfiah.

Baca: Satpol PP Luwu Utara Akan Lelang Empat Ekor Kerbau Sitaan

Penambang sempat bersitegang dengan Anggota Dewan karena tambang mereka harus ditutup dengan melakukan penyegelan alat berat.

Aktivitas pertambangan juga dinilai berdampak terhadap lingkungan.

Sebagian warga harus hengkang dari kebun mereka karena tidak bisa ditanami akibat debu tambang tersebut.(*)

Penulis: Desy Arsyad
Editor: Hasrul
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help