TribunTimur/
Home »

Lutim

Jadi Saksi Kasus Dugaan Korupsi di Matano, Ini Kata Kadis Perumahan Luwu Timur

Proyek tahun 2016 itu menghabiskan APBD Rp 1,9 milliar, dikerjakann CV Cakra.

Jadi Saksi Kasus Dugaan Korupsi di Matano, Ini Kata Kadis Perumahan Luwu Timur
Ivan Ismar/tribunlutim.com
Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan Luwu Timu, Zainuddin. 

Laporan Wartawan TribunLutim.com, Ivan Ismar

TRIBUNLUTIM.COM, MALILI - Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan Luwu Timur, Zainuddin, diperiksa sebagai saksi oleh penyidik Polres Luwu Timur.

Saksi terkait indikasi praktek korupsi berupa penyalahgunaan dana pembangunan jalan rabat beton di Desa Matano, Kecamatan Nuha.

Proyek tahun 2016 itu menghabiskan APBD Rp 1,9 milliar, dikerjakann CV Cakra.

"Tapi itu (proyek) belum dibayar sepenuhnya juga," kata Bang Jay, sapaan Zainuddin, dihubungi wartawan, Sabtu (15/7/2017).

Menurut Bang Jay, Polres Luwu Timur terlalu cepat memanggil Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Sulsel untuk memeriksa proyek tersebut.

Baca: Penentuan Tersangka Rabat Beton Matano Luwu Timur Tunggu Hasil Pemeriksaan BPKP

Karena BPKP sudah turun, kata Bang Jay, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) tidak mau lagi ikut campur dalam kasus itu.

"Menurut aturan, itu tidak boleh mereka langsung masukan karena ada BPK," ucapnya.

Ia menambahkan, pada 30 Desember 2016, baru 80 persen dana proyek yang dicairkan selebihnya 20 persen dimasukan kembali ke kas daerah.

Sebelumnya, Polres Luwu Timur menunggu hasil pemeriksaan BPKP Sulsel pada proyek rabat beton di Desa Matano, Kecamatan Nuha.

Selain BPKP Sulsel, saksi ahli dari Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) sudah melakukan pemeriksaan fisik pada proyek tersebut.(*)

Penulis: Ivan Ismar
Editor: Mahyuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help