TribunTimur/
Home »

Bisnis

» Makro

Harkopnas ke 70

Menteri PPN: Sebenarnya BUMDes Itu Koperasi

kepala Bappenas ini tidak menyetujui lahirnya Badan Usaha Milik Desa (BUMdes) karena tumpang tindih dengan kehadiran koperasi.

Menteri PPN: Sebenarnya BUMDes Itu Koperasi
Kompas.com
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional atau Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro, saat wawancara bersama Kompas.com, Rabu (10/5/2017) 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Muhammad Fadhly Ali

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR --Kongres Koperasi III yang dihelat di Phinisi Ballroom Grand
Clarion Hotel Jl AP Pettarani Makassar, menghadirkan Menteri Perencanaan dan Pembangunan Negara (PPN), Bambang Brodjonegoro.

Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Bappenas) ini tidak menyetujui lahirnya Badan Usaha Milik Desa (BUMdes) karena tumpang tindih dengan kehadiran koperasi.

"Maaf saya berbicara lintas kementerian. Namun pribadi, secara spesifik BUMdes itu koperasi. Namun, entah seperti apa yang dipikirkan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi," ujar Bambang.

Baca: Sobatku, Aplikasi Tabungan Online Pertama Koperasi, Ini Kelebihannya

Namun di luar hal tersebut, koperasi dalam arah pembangunan nasional, diarahkan untuk mewujudkan koperasi sebagai penggerak perekonomian nasional yang berdaya saing dan berkelanjutan.

Baca: Sisa 152 Ribu Koperasi Aktif di Indonesia, 61 Ribu Telah Dibekukan

"Seperti peningkatan kontribusi ekspor koperasi dalam ekspor nasional, peningkatan partisipasi koperasi dalam pembangunan infrastruktur Nasional, peningkatan peran koperasi dalam keuangan inklusif, peningkatan peran koperasi dalam rantai produksi global, dan peningkatan sinergi koperasi dengan BUMdes,"kata mantan Menteri Keuangan itu.

Dari kelima arah tersebut, sinergi antara koperasi dan BUMdes sangatlah urjen.
Entah itu mengubah ketentuan dengan mengharuskan BUM Desa untuk memilih salah satu badan hukum yang ada sesuai aturan perundang-undangan yakni PT atau Koperasi.

"Atau memasukkan koperasi sebagai salah satu bentuk unit usaha dari BUM Desa, karena secara mendasar Koperasi memiliki asas yang sama dengan BUM Desa," katanya.

Hadirnya BUM Desa pada 2016 berdapak besar pada penurunan jumlah koperasi dan volume usaha. "Pada 2015 jumlah koperasi mencapai 212.135 dan volume usaha Rp 260 triliun. Namun setahun kemudian, jumlah koperasi turun menjadi 208.165 dan volume usaha hanya Rp 165 triliun," kata Bambang. (*)

Penulis: Muhammad Fadly Ali
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help