TribunTimur/

Hindari Pungli Biaya Nikah, Kemenag Takalar Imbau Warga Nikah Gratis di KUA

Hal tersebut untuk menghindari terjadinya pungli biaya nikah ditingkat desa dan kelurahan yang sering terjadi Takalar.

Hindari Pungli Biaya Nikah, Kemenag Takalar Imbau Warga Nikah Gratis di KUA
reni/tribuntakalar.com
Kasi Binmas Kemenag Takalar, Mustajab.

TRIBUNTAKALAR.COM, PATTALASSANG - Kementerian Agama (Kemenag) Takalar kembali mengingatkan warga terkait biaya nikah yang ditetapkan oleh pemerintah.

Hal tersebut untuk menghindari terjadinya pungli biaya nikah ditingkat desa dan kelurahan yang sering terjadi Takalar.

Kasi Binmas Kemenag Takalar, Mustajab menjelaskan bahwa saat ini biaya menikah telah digratiskan jika pernikahan dilakukan di KUA (kantor urusan agama) setempat pada hari dan jam kerja.

Hal tersebut berdasarkan surat edaran dirjen bimas nomor III/600/2016 yang menjelaskan bahwa biaya nikah gratis atau 0 rupiah apabila dilaksanakan di KUA setempat dengan ketentuan jam dan hari kerja.

"Jadi kalau mau menikah secara gratis bisa dilakukan di KUA, kecuali kalau menikah diluar KUA misalnya di rumah itu harus membayar sebanyak Rp 600 ribu yang langsung ditransfer ke bendahara negara," jelas Mustajab di kantor Kemenag Takalar Jl. Jend. Sudirman Kecamatan Pattalassang, Takalar. Kamis (14/7/2017) Siang.

Biaya nikah berdasarkan PMA nomor 12 tahun 2016 menjelaskan bahwa biaya nikah sebesar Rp 600 ribu jika pasangan pengantin menikah diluar KUA dengan mekanisme pembayaran di bank.

"Dan tidak dibenarkan melebihi dari angka Rp 600 ribu yang sudah ditetapkan oleh pemerintah. Kalau sudah lebih dari itu maka sudah termasuk pungli," tambahnya.

Mustajab menghimbau warga yang mendapat petugas nikah atau imam yang meminta uang biaya nikah kepada warga lebih dari yang ditetapkan untuk melaporkan kasus pungli tersebut ke Kemenag Takalar.

"Beberapa kejadni pernah terjadi seperti imam minta lebih satu juta biaya nikah untuk satu pasangan, padahal biayanya hanya Rp 600 ribu itu sudah salah. Kita harap warga laporkan kejadian tersebut," tambahnya.

Penulis: Reni Kamaruddin
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help