TribunTimur/

Gema Pembebasan Kota Palopo Unjuk Rasa Tolak Perppu No 2 Tahun 2017

Aksi itu dilakukan untuk menyikapi kebijakan pemerintah yang menerbitkan Perppu No 2 Tahun 2017.

Gema Pembebasan Kota Palopo Unjuk Rasa Tolak Perppu No 2 Tahun 2017
hamdan/tribunpalopo.com
Gerakan Mahasiswa (Gema) Pembebasan Kota Palopo menggelar aksi didepan Kantor DPRD Kota Palopo, Jl Anggrek, Kecamatan Wara, Kota Palopo, Jumat (14/7/2017). 

TRIBUNPALOPO.COM, WARA - Gerakan Mahasiswa (Gema) Pembebasan Kota Palopo menggelar aksi didepan Kantor DPRD Kota Palopo, Jl Anggrek, Kecamatan Wara, Kota Palopo, Jumat (14/7/2017).

Aksi itu dilakukan untuk menyikapi kebijakan pemerintah yang menerbitkan Perppu No 2 Tahun 2017.

"Aksi ini merupakan bentuk penolakan Perppu No 2 Tahun 2017 yang diterbitkan oleh pemerintah," ujar Demonstran Edwal Rhoby.

Dalam aksi itu Gema Pembebasan Kota Palopo juga menyampaiakan beberapa tuntutan.

1. Menolak keras terbitnya perppu no 2 tahun 2017.

2. Perppu tersebut menunjukkan era diktator yang represif dan otoriter.

3. Perppu ini adalah bukti bahwa rezim yang berkuasa saat ini adalah rezim anti islam.

4. Perppu ormas ini mempunyai tendensi politik yang berupaya menghalau kebangkitan Islam.

5. Kebangkitan Islam dengan tegaknya khilafah adalah sebuah keniscayaan.

Gema Pembebasan Kota Palopo mengancam akan terus melakukan aksinya hingga tuntutan merek terpenuhi.

Perppu No 2 Tahun 2017 mengatur tentang Organisasi Kemasyarakatan (Ormas).

Perppu ini diterbitkan untuk mengatasi kebuntuan hukum mengenai mekanisme pembubaran ormas/pencabutan status badan hukum ormas.

Penulis: Hamdan Soeharto
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help