TribunTimur/
Home »

Lutim

Diduga Serobot Lahan di Mantadulu Luwu Timur, PTPN Didemo Warga

Manejer PTPN XIV Mantadulu, Andi Evan mengatakan persoalan warga dan PTPN sepenuhnya diserahkan ke pangadilan.

Diduga Serobot Lahan di Mantadulu Luwu Timur, PTPN Didemo Warga
ivan/tribunlutim.com
Sidang perdana gugatan terhadap PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XIV PKS II Malili dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Luwu Timur di Pengadilan Negeri (PN) Malili diwarnai unjuk rasa, Kamis (13/7/2017). 

TRIBUNLUTIM.COM, MALILI - Sidang perdana gugatan terhadap PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XIV PKS II Malili dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Luwu Timur di Pengadilan Negeri (PN) Malili diwarnai unjuk rasa, Kamis (13/7/2017).

Pengunjuk rasa adalah warga yang mengklaim lahannya diserobot seluas 540 hektare di Desa Mantadulu, Kecamatan Angkona oleh perusahaan sawit itu.

Pengunjuk rasa turut membentangkan spanduk bertuliskan "Pak hakim tolong bebaskan kami dari penjajah yang bersembunyi di balik negara, PTPN XIV harus angkat kaki dari tanah kami.

"Kami berjanji pengadilan akan berlaku adil dalam perkara ini," kata Ketua PN Malili, Khairul kepada pengunjuk rasa.

Sidang perdana, dipimpin langsung Khairul selaku ketua majelis hakim.

Manejer PTPN XIV Mantadulu, Andi Evan mengatakan persoalan warga dan PTPN sepenuhnya diserahkan ke pangadilan.

"Melalui jalur hukum ini bisa terbuka, karena disini ada pemerintah ada PTPN ada masyarakat supaya ini masalah bisa selesai," kata Andi Evan.

Andi Evan menambahkan PTPN ada disini karna ada tukar guling kedua PTPN dalam hal ini pernah di klaim oleh kehutanan bahwa masuk dalam kawasan hutan.

"Tapi lagi-lagi persolan ini kami serahkan sepenuhnya ke pangadilan, supaya ini masalah bisa cepat selesai," imbuhnya.

Kuasa hukum pengunjuk rasa, Amiruddin mengatakan kasus lahan PTPN sudah berlangusung 20 tahun lamanya melibatkan warga transmigrasi.

Dalam lahan yang dikuasai PTPN itu, warga sudah memilki sertifikat tanah dan SK sehingga dimanfaatkan untuk bertani.

"Hari ini proses hukum akan kita uji, masyarakat menuntut keadilan yang saat ini akan disidangkan,apa kah keadilan terhadap masyarakat itu bisa tercipta di pengadilan ini," terang Amiruddin.

Unjuk rasa berjalan damai dengan pengawalan anggota Polres Luwu Timur.

Penulis: Ivan Ismar
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help