TribunTimur/
Home »

Barru

Akan Diperiksa Terkait Korupsi Patung, Idris Syukur Kirim Surat Sakit ke Polres Barru

Dia menyebutkan, meski mengirim surat keterangan sakit, pihaknya tetap akan melayangkan surat panggilan kedua kepada Idris Syukur untuk diperiksa.

Akan Diperiksa Terkait Korupsi Patung, Idris Syukur Kirim Surat Sakit ke Polres Barru
akbar/tribunbarru.com
Surat ketetangan sakit Andi Idris Syukur

TRIBUNBARRU. COM, BARRU - Bupati Barru nonaktif, Andi Idris Syukur mengirim surat keterangan sakit ke Polres Barru.

Surat tersebut dikirim Idris Syukur karena tidak dapat memenuhi panggilan Polres Barru untuk diperiksa sebagai saksi terkait kasus korupsi Patung Colliq Pujie.

"Hari ini kita tunggu kedatangan Andi Idris Syukur untuk diperiksa sebagai saksi, tapi ternyata yang bersangkutan tidak bisa datang dan mengirim surat sakit ini ke kami (Polres Barru)," kata Kapolres Barru, AKBP Burhaman kepada tribunbarru.com, di kantornya Jl Jendral Sudirman, Kecamatan Barru, Kamis (13/7/2017).

Burhaman menilai, surat pernyataan sakit yang dikirim Idris Syukur tersebut keliru.

Pasalnya, di dalam surat sakit itu tidak tercantum keterangan tanggal sakit Idris Syukur.

"Biasanya itu kalau surat sakit tertulis tanggal sakitnya kapan dan jangka waktunya juga ada dari dokter, tapi ini tidak ada sama sekali, ini tentu keliru," kata Burhaman.

Dia menyebutkan, meski mengirim surat keterangan sakit, pihaknya tetap akan melayangkan surat panggilan kedua kepada Idris Syukur untuk diperiksa.

"Kita akan tetap mengirimkan surat panggilan kedua untuk Idris Syukur dan mengenai surat keterangan sakit ini, tidak menutup kemungkinan kita akan panggil dokter yang bersangkutan yang telah mengeluarkan surat pernyataan sakit ini," ujar Burhaman menambahkan.

Sementara itu, salah seorang dokter Amin Yahya mengatakan, surat keterangan sakit yang dikirim Idris Syukur tersebut telah melanggar kode etik.

"Seharusnya surat keterangan sakit dicantumkan tanggal waktu sakit, jika tidak ditulis maka itu sudah melanggar kode etik yang ada," kata Amin yang juga merupakan mantan kepala Dinas Kesehatan Barru itu.

Amin menambahkan, keterangan waktu sakit minimal sehari dan maksimal hingga tiga hari.

"Pada umumnya surat keterangan sakit itu waktunya sehari hingga tiga hari, boleh lebih tapi tergantung jenis penyakitnya apa, itupun harus dilakukan pengobatan lebih lanjut," tutur Amin.

Penulis: Akbar
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help