TribunTimur/
Home »

Luwu

Usaha Kepiting Rajungan, Nelayan Lare-lare Luwu Raup Rp 8 Juta Per Bulan

Usaha kepiting rajungan dikelola melalui Kelompok Usaha Bersama (Kube) yang dibina oleh Dinas Sosial Kabupaten Luwu.

Usaha Kepiting Rajungan, Nelayan Lare-lare Luwu Raup Rp 8 Juta Per Bulan
desy/tribunluwu.com
Usaha kepiting rajungan, di Desa Lare-lare, Kecamatan Bua, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, makin menggiurkan warga. 

Laporan Wartawan TribunLuwu.com, Desy Arsyad

TRIBUNLUWU.COM, BUA - Usaha kepiting rajungan, di Desa Lare-lare, Kecamatan Bua, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, makin menggiurkan warga.

Pasalnya, selain karena harganya yang naik, juga karena tangkapan melimpah di musim hujan.

Pengusaha kepiting rajungan Saiful mengatakan, tahun ini usahanya cukup membaik karena tangkapan melimpah karena musim hujan, dengan rata-rata setiap nelayan bisa menghasilkan 5 hingga 10 kilogram per hari.

"Kalau kondisi cuaca seperti ini, setiap nelayan rata-rata mendapatkan lima hingga 10 kilogram kepiting rajungan, dengan harga Rp 25 ribu rupiah per kilogram, padahal sebelumnya hanya 18 ribu rupiah per kilogram," ujar Saiful Kamis (13/7/2017).

Baca: Bupati Pangkep: Kepiting Rajungan Dongkrak Perekonomian Warga Pulau Saugi

Saiful sebelumnya hanya meraup untung Rp 5 juta per bulan, kini meningkat menjadi Rp 8 juta per bulan.

Usaha kepiting rajungan dikelola melalui Kelompok Usaha Bersama (Kube) yang dibina oleh Dinas Sosial Kabupaten Luwu.

Hasilnya dikirim ke Makassar, bahkan ekspor ke luar Negeri.

Baca: Polres Luwu Amankan Pasutri yang Diduga Pengedar Sabu

"Usaha kami cukup ditangkap dan direbus lebih cepat agar tetap berisi dan segar, setelah itu dikemas untuk dikirim ke Makassar. Dari Makassar diekspor ke beberapa negara yakni Jepang dan Taiwan," jelasnya.

Kepiting rajungan yang dikelola berbeda dengan kepiting bakau.

Kepiting rajungan diperoleh dari laut yang memiliki corak atau warna.(*)

Penulis: Desy Arsyad
Editor: Mahyuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help