TribunTimur/

Sulbar Urutan 16 Kasus Narkoba Terbanyak di Indonesia

Ia juga mengungkapakan, sejak tahun 2016 BNNP Sulbar telah berhasil menangkap 18 tersangka dari 10 kasus narkotika yang berhasil diungkap.

Sulbar Urutan 16 Kasus Narkoba Terbanyak di Indonesia
nurhadi/tribunsulbar.com
Kepala BNNP Sulbar, Brigjen Pol Dedi Sutarya, membacakan sambutan pada peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI), di Kantor Gubernur Sulbar Jl. Abd Malik Pattana Endeng, Kelurahan Rangas, Kecamatan Simboro, Mamuju, Kamis (13/7/2017). 

TRIBUNSULBAR.COM, MAMUJU - Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulbar Brigjen Pol Dedi Sutarya, mengatakan bahwa Sulbar masuk dalam daftar BNN pusat sebagai salah satu daerah darurat narkoba.

Hal itu disampaikan Dedi saat menyampaikan pidato di peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2017, di Kantor Gubernur Sulbar Jl. Abd Malik Pattana Endeng, Kelurahan Rangas, Kecamtan Simboro, Kabupaten Mamuju, Sulbar, Kamis (13/7/2017).

Dihadapan ratusan orang yang menghadiri kegiatan tersebut, Jenderal Polisi berbintang satu itu mengungkapkan, dari 32 provisni yang ada di Negara Republik Indonesia, Sulbar masuk dalam peringkat 16 sebagai wilayah yang darurat dari bahaya narkotika.

"Ini harus menjadi perhatian kita bersama, olehnya itu peran masyarakat sangat kami butuhkan untuk menekan angka ini, mengingat Sulbar memiliki luas wilayah yang cukup besar dan berbanding terbalik dengan personil yang dimiliki oleh BNNP dan Polda Sulbar," kata perwira polisi berpangkat satu bintang itu.

Ia juga mengungkapakan, sejak tahun 2016 BNNP Sulbar telah berhasil menangkap 18 tersangka dari 10 kasus narkotika yang berhasil diungkap.

Dari 10 kasus tersebut, BNNP Sulbar menyita barang bukti 73 gram narkotika jenis sabu, tiga unit kendaraan roda empat, dan enam unit kendaraan roda dua.

Sementara sejak tahun 2017 BNNP Sulbar berhasil menangkap delapang orang tersangka dari empat kasus penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika dan menyita barang bukti berupa 53 gram natkotika jenis sabu, satu unit kendaraan roda empat dan dua unit kendaraan roda dua.

Ia juga mengungkapkan, sejak 2017 BNNP Sulbar telah melakukan upaya demand reduction melalui 63 kegiatan yang melibatkan 5.875 personil yang terdiri dari Babinsa, Babinkantibmas, Korps Bhayangkara, Persit Kartika Chandra Kirana, Ormas, Mahasiswa, Pelajar, Pondok Pesantren, Satuan Kerja Perangkat Daerah dan Pemerintah Desa.

Hingga saat ini, BNNP Sulbar juga telah melakukan rehabilitasi terhadap 188 orang penyalahgunaan dan penyebaran narkotika.

Dalam sambutan Kepala BNNP Sulbar juga mengungkap, berdasarkan hasil penelitian BNN Pusat bekerja sama dengan Pusat Penelitian Kesehatan Universitas Indonesia tahun 2016, mencatat penyalahguna narkoba pada kelompok pelajar dan mahasiswa sebesar 1,9 persen atau dengan bahasa lain dua dari 100 orang pelajar dan mahasiswa telah menggunakan narkoba.

"Ini menandakan bahwa usia produktif di Indonesia menjadi terget utama peredaran gelap narkotika," jelasnya

Ia juga mengungkapkan, penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika didalam masyarakat, saat ini telah mengalami kecenderungan peningkatan seiring dengan dengan perkembangan penggunaan teknologi baik dari segi nilai transaksi maupun jenis yang diperdagangkan.

Penulis: Nurhadi
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help