TribunTimur/

Santri Tewas Tertimpa Tiang Gawang di Pangkep Putra Kepala SMA YPS Sorowako

Abdul Syakur Rahmatullah (13) putra pertama dari pasangan Mahmudin Patahangi dan Ibu Halipah Mahmuddin.

Santri Tewas Tertimpa Tiang Gawang di Pangkep Putra Kepala SMA YPS Sorowako
munjiyah/tribunpangkep.com
Di lokasi inilah Abdul Syukur Rahmatullah (13), siswa kelas VII Pesantren Shohwatul Is'ad, Kecamatan Ma'rang, Kabupaten Pangkep, Sulsel, tewas tertimpa tiang gawang sepak bola, Selasa (11/7/2017). 

TRIBUNPANGKEP.COM, PANGKAJENE - Pelajar Kelas VII Shohwatul Is'ad yang meninggal dunia karena tertimpa tiang gawang sepak bola adalah anak Kepala SMA YPS Sorowako.

Abdul Syakur Rahmatullah (13) putra pertama dari pasangan Mahmudin Patahangi dan Ibu Halipah Mahmuddin.

Dikenal dengan pribadi santun, cerdas dan bertanggung jawab, baik di mata teman sekolah maupun guru.

"Ini anakku sekolah di pesantren atas inisiatif sendiri dan kami orangtua mendukung itu," ujar orangtua korban, Mahmudin Patahangi kepada TribunPangkep.com, Rabu (12/7/2017).

Dia menceritakan, sebelumnya almarhum telah diterima di sekolah SMP Yayasan Pendidikan Soroako (YPS) dan telah mendaftar ulang.

Baca: Ditimpa Tiang Gawang, Siswa Pesantren Shohwatul Isad Pangkep Tewas

Namun karena niat belajar ilmu agama lebih luas lagi dan pengetahuan yang lebih banyak, sehingga minatnya sangat besar untuk sekolah di pesantren Shohwatul Is'ad di Kabupaten Pangkep.

"Ini duka bagi keluarga besar kami di Yayasan Pendidikan Sorowako. Semoga almarhum menjadi syafaat bagi kami di surga kelak," jelasnya.

Sebelumnya, pelajar Kelas VII Pesantren Shohwatul Is'ad, Kecamatan Ma'rang Kabupaten Pangkep, Sulsel, Selasa (11/7/2017) meninggal dunia karena tertimpa tiang gawang sepak bola.

Kejadian sekitar pukul 16.00 Wita di lapangan sepak bola Pondok Pesantren Shohwatul Is'ad.

Baca: Januari-Juli, KUA Pangkajene Pangkep Tangani 140 Pasangan Menikah

Korban diketahui menggantung di tiang gawang sepak bola, lalu tiba-tiba tiang gawang tersebut jatuh dan menimpa kepalanya.

Akibat kejadian tersebut korban mengeluarkan darah dari hidung, mulut dan telinga.

Saat kejadian, korban sudah tidak sadarkan diri lalu dibawa ke puskesmas oleh guru dan teman-temannya, namun dia sudah meninggal saat di Puskesmas.

Saat ini jenazah sudah dimakamkan di Desa Cendana, Kecamatan Cendana, Kabupaten Enrekang, Sulsel.(*)

Penulis: Munjiyah Dirga Ghazali
Editor: Mahyuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help