TribunTimur/

Menteri Yohana Motivasi Pengrajin Wanita Toraja Utara

Temu Wicara yang juga dihadiri tokoh perempuan di Toraja Utara memgangkat tema ketahanan Keluarga dalam Upaya mendukung peningkatan ekonomi keluarga.

Menteri Yohana Motivasi Pengrajin Wanita Toraja Utara
yultin/tribuntoraja.com
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI, Yohana Yembise, berkunjung ke Toraja Utara, Kamis (13/7/2017) siang. 

TRIBUNTORAJA.COM, RANTEBUA - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI, Yohana Yembise, menemui pengrajin wanita di Kecamatan Rantebua, Toraja Utara, Kamis (13/7/2017) siang.

"Peningkatan ketahanan keluarga di dalam pembangunan berkeluarga akan mampu menghadapi berbagai tantangan dalam menuju keluarga yang sejahtera. Peran ayah dan ibu yang setara untuk melindungi dan memenuhi kebutuhan di dalam keluarga juga merupakan bagian yang sangat penting dari landasan ketahanan keluarga," ujar Yohana Yembise, pada saat membuka pertemuan yang dirangkaikan Sosialisasi Kebijakan Pembangunan Keluarga.

Menteri wanita asal Papua ini menjelaskan keluarga memiliki peranan yang sangat penting di dalam lingkungan, masyarakat dan bangsa.

Di Indonesia, pembangunan keluarga diamanatkan dalam Undang-Undang No. 52 Tahun 2009 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas keluarga agar dapat timbul rasa aman, tenteram, dan harapan masa depan yang lebih baik dalam mewujudkan kesejahteraan lahir dan kebahagiaan bathin.

"Salah satu tantangan dalam pembangunan ketahanan keluarga adalah adanya sebuah fakta, bahwa Indonesia merupakan negara yang terdiri dari banyak perbedaan, salah satu perbedaan yang mencolok adalah perbedaan suku," ungkap Yohana.

Temu Wicara yang juga dihadiri tokoh perempuan di Toraja Utara memgangkat tema ketahanan Keluarga dalam Upaya mendukung peningkatan ekonomi keluarga.

Isu ketahanan keluarga menjadi perhatian pada Pertemuan Organisasi Konferensi Islam (OKI) di Jeddah, Arab Saudi yang bertujuan untuk melakukan kaji ulang kebijakan, strategi, dan tantangan dalam isu institusi keluarga dan pernikahan di Negara anggota OKI, serta mengembangkan kebijakan dan rencana aksi untuk mempertahankan nilai dan norma pernikahan dan institusi pernikahan sebagai inti upaya pembangunan termasuk dalam pencapaian Sustainable Development Goal’s (SDGs).

"Saya berharap dengan adanya pertemuan ini dapat menjadi motivasi bersama di dalam melaksanakan pembangunan ketahanan keluarga di lingkungannya masing masing sehingga mampu bergerak secaramassive di dalam mewujudkan kesejahteraan keluarga di Toraja Utara", tambah Guru Besar ini.

Setelah diskusi dilanjutkan dengan mengunjungi pameran kerajinan dan tenun dari para perempuan Toraja.

Hadir mendampingi Yohana, Sekda Toraja Utara EK. Lewaran Rantelabi, dan Dandim 1414 Tana Toraja Letkol Cpn. Jimmy Sirait, serta Kapolres Tana Toraja AKBP Yohanes Richard Adriands.

Penulis: Yultin Rante
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help