TribunTimur/
Home »

Lutra

Kontraktor Desak Pemkab Luwu Utara Cairkan Uang Retensi

Ardi dan rekannya pernah menghadap ke bagian keuangan dan dijanji dibayar setelah APBD Perubahan.

Kontraktor Desak Pemkab Luwu Utara Cairkan Uang Retensi
chalik/tribunlutra.com
Martly P Pathibang 

TRIBUNLUTRA.COM, MASAMBA - Kontraktor mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Luwu Utara mencairkan uang retensi atau jaminan pemeliharaan proyek tahun 2016.

Ardi, salah satu kontraktor mengatakan masa pemeliharaan proyek yang ia kerja berakhir April 2017.

"Herannya saya, sampai pertengahan Juli ini belum ada tanda-tanda retensi akan dibayar," terang Ardi kepada TribunLutra.com, Kamis (13/7/2017).

Retensi proyek 2016 yang belum dibayar Pemkab Luwu Utara sebesar Rp 7,5 miliar.

"Retensi itu sebesar lima persen dari total anggaran setiap proyek. Pertanyaan kami, kemana uang itu kenapa belum diberikan ke kami," kata dia.

Ardi dan rekannya pernah menghadap ke bagian keuangan dan dijanji dibayar setelah APBD Perubahan.

"Kata keuangan uang retensi mau diakomodir dalam perubahan, ini pertamakalinya retensi dibayar setelah perubahan," katanya.

Martly P Pathibang, kontraktor Pasar Amassangan dengan anggaran Rp 1,1 miliar ikut mengeluh belum adanya kejelasan pembayaran uang retensi dari Pemkab Luwu Utara.

"Padahal semua kegiatan tahun anggaran 2016 sudah habis masa pemeliharaannya," terang Martly.

Parahnya menurut Martly, retensi proyek 2016 tidak tertuang dalam APBD Pokok Luwu Utara 2017.

"Terus kami mau menagih sama siapa. Kemana lagi kami akan mengadu?," tutur dia.

Uang retensi yang belum dicairkan jadi topik perbincangan pengunjung warkop di Masamba, Luwu Utara.

Penulis: Chalik Mawardi
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help