TribunTimur/
Home »

Lutra

Ketua DPRD Luwu Utara Pertanyakan Uang Proyek Rp 7,5 Miliar

Politisi senior Partai Golkar mempertanyakannya karena banyak mendapat keluhan dari kontraktor.

Ketua DPRD Luwu Utara Pertanyakan Uang Proyek Rp 7,5 Miliar
chalik/tribunlutra.com
Ketua Harian Golkar Luwu Utara, Mahfud Yunus 

TRIBUNLUTRA.COM, MASAMBA - Keberadaan uang retensi atau jaminan pemeliharaan proyek tahun 2016 sebesar Rp 7,5 miliar dipertanyakan Ketua Luwu Utara'>DPRD Luwu Utara, Mahfud Yunus.

Uang sebesar lima persen dari total anggaran setiap proyek seharusnya sudah diberikan kepada kontraktor karena masa pemiliharaan telah berakhir.

"Harusnya sudah dibayar, kalau belum dibayar ada apa, kemana uang itu, kan sudah diakomodir dalam APBD 2016," kata Mahfud kepada TribunLutra.com, Kamis (13/7/2017).

Politisi senior Partai Golkar mempertanyakannya karena banyak mendapat keluhan dari kontraktor.

"Kasihan mereka, uangnya sudah mau di pakai bayar utang tapi belum diberikan," tutur legislator lima periode.

Beredar kabar, Pemkab Luwu Utara baru akan mengakomodir ulang uang retensi pada APBD Perubahan 2017.

"Itu sudah menyalahi aturan karena sudah diakomodir sebelumnya. Pertanyaan saya, kemana uang itu," tegas Mahfud.

Seperti diberitakan sebelumnya, kontraktor mendesak Pemkab Luwu Utara mencairkan uang retensi proyek tahun 2016.

Ardi, salah satu kontraktor mengatakan masa pemeliharaan proyek yang ia kerja berakhir April 2017.

"Heranya saya sampai pertengahan Juli ini belum ada tanda-tanda retensi akan dibayar," terang Ardi.

Penulis: Chalik Mawardi
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help