TribunTimur/

Kata Lepa-lepa dan Lammoro juga Dipakai Suku Aborigin

suku Makassar yang dikenal sebagai pelaut ulung memilih Australia sebagai tempat berlabuh, tepatnya di daerah suku Maregge atau suku Aborogin

Kata Lepa-lepa dan Lammoro juga Dipakai Suku Aborigin - peta-pelayaran-suku-makassar-ke-australia_20170711_221318.jpg
int
sketsa rute pelayaran perdagangan pelaut Makassar hingga ke Australia
Kata Lepa-lepa dan Lammoro juga Dipakai Suku Aborigin - suku-aborigin-atau-marege_20170711_221409.jpg
int
suku asli di Australia

MAKASSAR, TRIBUN-TRIBUN.COM - Museum Balaikota Makassar menerima tamu dari Australia, Selasa (11/7/2017). Tamu itu adalah warga suku Aborigin (Maregge) dari bagian utara Australia. Saat kunjungan, suku Aborigin juga menampilkan aksi ritual di Balaikota.

Ada dua suku Aborigin datang ke Museum Balaikota Makassar. Konon kabarnnya, suku Aborigin dan suku Makassar memiliki banyak kesamaaan. Hal itu diungkapkan Konjen Australia untuk Makassar, Richard Matthews, sebagai inisiator acara itu.

Baca: Rindu Mendalam Orang Aborigin kepada Pelaut Makassar

"Jadi suku asli Australia dan Makassar punya banyak kesamaan seperti kata bahasa lepa-lepa yang berarti sampan. Ada juga lammoro atau murah, disana juga namanya lamoro," papar Richard dengan bahasa Indonesia.

Menurutnya, kesamaan kata bahasa dan artinya itu menandakan adanya kesamaan kedua suku tersebut bahkan dalam taradisi jamuan tamu dan aktivitas kesenian.
Dijelaskan, pemerintah Australia berencana menjajaki kerja sama dengan Pemkot Makassar untuk mengeratkan hubungan sejarah persahabatan kedua suku tersebut (Aborigin dan Makassar).

Baca: Mau Tahu Sejarah Hubungan Australia dan Makassar? Kunjungi Budjung di Museum Kota

Ditambahkan, menurut sejarahnya, dahulu kala suku Makassar yang dikenal sebagai pelaut ulung memilih Australia sebagai tempat berlabuh, tepatnya di daerah suku Maregge atau suku Aborogin.(*)

Penulis: Saldy
Editor: Ridwan Putra
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help