HA Ketua Koperasi di Gowa Dijebloskan ke Rutan, Ini Kejahatannya

Atas perkara penyalahgunaan dana dari Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) dari Kementerian KUMKM 2012 lalu.

HA Ketua Koperasi di Gowa Dijebloskan ke Rutan, Ini Kejahatannya
HANDOVER
HA tersangka kasus penyalahgunaan dana yang bersumber dari Kementerian Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (KUMKM) dijebloskan ke Rutan Makassar oleh pihak Kejaksaan Negeri Gowa, Selasa (20/6/2017). HA langsung diantar ke Rutan Makassar usai diperiksa oleh jaksa kurang lebih tiga jam. 

Laporan Wartawan Tribun Timur Wa Ode Nurmin

TRIBUN-TIMUR.COM, SUNGGUMINASA- Satu lagi tersangka kasus penyalahgunaan dana yang bersumber dari Kementerian Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (KUMKM) dijebloskan ke Rutan Makassar oleh pihak Kejaksaan Negeri Gowa, Selasa (20/6/2017).

HA langsung diantar ke Rutan Makassar usai diperiksa oleh jaksa kurang lebih tiga jam.

HA ditetapkan sebagai tersangka atas perkara penyalahgunaan dana dari Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) dari Kementerian KUMKM 2012 lalu.

Baca: Rugikan Negara Rp 7 M, Ketua Koperasi Singara Gowa Dijebloskan ke Penjara

Kepala Kejaksaan Negeri Gowa, Susanto melalui Kepala Seksi Intelijen, Arif Suhartono,  menjelaskan tersangka ketika menerima dana tersebut tidak menyalurkan kepada nasabah di Koperasi Sejati Makmur yang dimilikinya.

”2012 tersangka mengajukan permohonan dana ke Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) dengan data-data fiktif dan setelah menerima pencairan dana senilai Rp 1 Milyar, uang tersebut tidak disalurkan kepada nasabah sebagaimana proposal melainkan habis dipergunakan untuk kepentingan pribadinya,” katanya.

Lanjut Arif, dana tersebut sempat dipakai untuk usaha pribadi tersangka akan tetapi mengalami kerugian dan uang hasil kejahatannya tersebut habis.

Baca: Kejari Gowa Tahan Tersangka Korupsi Rp 7 Miliar

Jaksa-Jaksa Cantik tersebut merupakan Penyidik yang baru memeriksa Ha selama 3 jam dan menetapkan tersangka Ha selaku Ketua Koperasi Sejati Makmur karena telah menyalahgunakan dana yang bersumber dari LPDB sebanyak 1 Milyar. Setelah menetapkan Ha selaku Tersangka, para Jaksa-Jaksa Cantik tersebut bertindak selaku penyidik menahan Ha dengan alasan ada kekhawatiran melarikan diri.

Tersangka lalu digiring ke mobil oleh beberapa jaksa cantik.

Terlihat mereka berbagi tugas, ada yang mengemudikan kendaraan ada  juga yang bertugas melakukan pengawalan.

Tersangka kemudian disangkakan melanggar Pasal 2 ayat (1) dan Pasal 3 UU R.I. No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU R.I. No. 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU R.I. No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Keseriusan Kejaksaan Negeri Gowa dalam pemberantasan korupsi kali ini benar-benar ditunjukkan, dimana sehari sebelumnya kejari Gowa juga menahan RP selaku Ketua Koperasi Singara yang merugikan keuangan Negara Rp 7 M.

Penulis: Waode Nurmin
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved