TribunTimur/

Kaji Analisis Politik Pendidikan Kejuruan di Sulsel, Dosen UNM Raih Gelar Doktor di UNY

Yasdin adalah doktor ke 374 yang dicetak PPs UNY dan doktor ke-114 dari Prodi Pendidikan Teknologi dan Kejuruan.

Kaji Analisis Politik Pendidikan Kejuruan di Sulsel, Dosen UNM Raih Gelar Doktor di UNY
HANDOVER
Dosen Universitas Negeri Makassar, Yasdin SPd MPd berhasil meraih gelar doktor bidang Pendidikan Teknologi dan Kejuruan, Program Pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Selasa (20/6/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Anita Wardhana

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR-Dosen Universitas Negeri Makassar, Yasdin SPd MPd berhasil meraih gelar doktor bidang Pendidikan Teknologi dan Kejuruan pada Program Pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Selasa (20/6/2017).

Gelar tertinggi dalam akademik diperoleh dosen pada Fakultas Teknik tersebut setelah mampu mempertahankan disertasinya berjudul Analisis Politik Pendidikan Kejuruan Sulawesi Selatan.

Disertasi tersebut ia pertahankan di hadapan sidang promosi doktor yang dipimpin Direktur Program PPs UNY Dr Moch Bruri Triyono bersama Prof Slamet PH PhD selaku promotor dan Prof Dr Husain Usman selaku ko promotor.

Baca: UNM Raih Akreditasi A dari BAN PT

Serta para penguji lainnya, yakni Dr Widarto, Prof Pardjono, dan Prof Sapto Haryoko yang merupakan penguji eksternal dari UNM.

Sidang promosinya turut dihadiri Ketua Prodi Pendidikan Teknik Otomotif FT UNM, Dr Muh Ahsan S Mandra MT yang mewakili pimpinan UNM dan puluhan mahasiswa Sulsel yang sedang menimba ilmu di Yogtakarta.

"Sulawesi Selatan membutuhkan political will atau keinginan politik dari pemerintah dan para pengambil kebijakan yang real untuk politik pendidikan kejuruan. Pendidikan kejuruan harus mendapatkan perhatian lebih dari pemerintah. Tidak boleh disamakan dengan jenis pendidikan yang lain untuk penganggaran,"ujarnya.

Baca: Hebat! 3 Mahasiswa FT UNM Ciptakan Zebra Cross Alarm, Ini Kelebihannya

Karena menurutnya, pendidikan kejuruan disiapkan untuk mengisi pembangunan daerah dengan bekerja langsung, baik secara mandiri (menciptakan ruang pekerjaan) maupun bekerja di perusahaan.

"Kelompok kepentingan seperti masyarakat, pelaku industri, eksekutif maupun legislatif masih pasif dalam ini. Jadi, political will mereka harus ditumbuhkan,"tambahnya.

Yasdin adalah doktor ke 374 yang dicetak PPs UNY dan doktor ke-114 dari Prodi Pendidikan Teknologi dan Kejuruan. (*)

Penulis: Hasrul
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help