TribunTimur/

Full Day School Ditolak Presiden, None Minta Kemendibud Atur Standar dan Norma

Irman Yasin Limpo menanggapi penolakan Full Daya School (FDS) oleh Presiden RI Joko Widodo.

Full Day School Ditolak Presiden, None Minta Kemendibud Atur Standar dan Norma
HANDOVER
Irman Yasin Limpo 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Hasim Arfah

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR- Kepala Dinas Pendidikan Pemprov Sulsel, Irman Yasin Limpo menanggapi penolakan Full Daya School (FDS) oleh Presiden RI Joko Widodo. 

"Saya pikir memang sudah saatnya Mendikbud hanya mengatur norma, standar, prosedur dan kriteria sesuai amanat Undang-undang, masalah teknis serahkan kepada daerah sesuai kewenangannya," kata None, sapaan Irman YL, Senin (19/6/2017). 

Ia meminta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sebaiknya tidak mengatur teknis sekolah. 

"Karena itu bukan kewenangan mendikbud, sekali lagi teknis sekolah bukan urusan Mendikbud karena hanya daerah yang mengerti soal teknis sekolah," katanya. 

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo membatalkan kebijakan Penguatan Pendidikan Karakter yang digagas Menteri Pendidikan Kebudayaan Muhadjir Effendy.Keputusan ini diambil Jokowi usai memanggil Muhadjir dan Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Ma'ruf Amin ke Istana, Jakarta, Senin (19/6/2017).

Usai pertemuan, Ma'ruf yang didampingi Muhadjir mengelar jumpa pers mengumumkan pembatalan tersebut. (*)

Penulis: Muh. Hasim Arfah
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help