Ramadan 1438 H

Saat Azan, Pedagang Al Markaz Maros Dilarang Berjualan

Pedadang dilarang berjualan saat adzan pertama dikumandankan, supaya mereka menunaikan ibadah.

Saat Azan, Pedagang Al Markaz Maros Dilarang Berjualan
TRIBUN TIMUR/ANSAR
Sejumlah jamaah memadati pasar masjid Al Markaz Maros usai salat Jumat. 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Ansar Lempe

 TRIBUN TIMUR.COM, MAROS - Sejumlah pedagang yang berada di lantai satu dan pekarangan masjid Al-Markaz Maros dilarang berjualan setelah adzan pertama dikumandankan, Jumat (9/6/2017).

Hal ini diumumkan langsung oleh seorang panitia masjid sebelum adzan pertama salat Jumat dilakukan.

"Kalau sudah muazin pertama, pedagang yang ada, supaya berhenti berjualan," kata panitia tersebut dengan menggunakan alat pengeras suara.

Baca: Al Markaz Maros, Masjid Istirahat Favorit Saat Puasa

Sekertaris Masjid Al Markaz, Syamsuri Alam mengatakan, pedadang dilarang berjualan saat adzan pertama dikumandankan, supaya mereka menunaikan ibadah.

Selama ini, beberapa pedagang justru sibuk mengurus dagangan dibanding ke Masjid meski sudah ada panggilan melalui adzan.

"Semua pedagang diharuskan berhenti sementara untuk berdagang saat adzan berkumandan. Tidak boleh ada aktivitas lagi kecuali salat," ujarnya.

Jika tidak berhenti sementara, pedagang tersebut, khususnya di lantai satu masjid, ditakutkan menggangu jamaah yang sementara salat.

Setelah salat selesai, pedagang dibolehkan membuka kembali barang dagangannya. Tidak ada larangan lagi, setelah waku salat selesai.

Sejumlah pedagang sibuk melayani pembeli yang baru pulang dari salat di Masjid. Bahkan pedagang pakaian, berlomba memasang harga yang lebih rendah.

Barang yang dijual di masjid Al Markaz yakni pakaian, parfum, kaca mata ukuran, dompet, kalung dan gelang, sendal dan sejumlah barang dagangan lainnya.

Penulis: Ansar
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved