Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Waspada, Ini 31 Desa Rawan Longsor di Luwu Utara

Desa rawan bencana tersebar di kecamatan yang berada di wilayah pengunungan.

Penulis: Chalik Mawardi | Editor: Mahyuddin
Chalik Mawardi/tribunlutra.com
Kepala BPBD Luwu Utara, Alauddin Sukri. 

Laporan Wartawan TribunLutra.com, Chalik Mawardi

TRIBUNLUTRA.COM, MASAMBA - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menyebut 31 desa rawan bencana longsor di Kabupaten Luwu Utara.

Desa rawan bencana tersebar di kecamatan yang berada di wilayah pengunungan.

Rampi, Seko, Rongkong, sebagian wilayan Kecamatan Sabbang, Masamba, dan Bone-bone.

"Untuk tanah longsor yang paling rawan desa yang berada sepanjang poros Sabbang-Rongkong-Seko dan sebagian wilayah Rampi," kata kepala BPBD Luwu Utara, Alauddin Sukri, kepada TribunLutra.com.

Sementara 27 desa rawan banjir berada di wilayah pesisir.

Antara lain Desa Kampung Baru dan Mari-mari di Sabbang.

Beringin Jaya, Lembang-Lembang, Mario, Polewali di Baebunta.

Baca: Sekolah Terendam Banjir, Siswa SMPN 6 Malangke Barat Luwu Utara Diliburkan

Wara, Limbong Wara, Cenning, Pombakka, Waelawi di Malangke Barat.

Malangke, Petta Landung, Tandung, Benteng, Pince Pute, Tingkara, Ladongi di Malangke.

Tarra Tallu, Cendana Putih 1, Cendana Putih 2, Ujung Matajang di Mappedeceng.

Lino, Subur, Tolangi, Mulyorejo, Suka Mukti di Sukamaju.

"Pemyebab utama banjir di Luwu Utara karena meluapnya air Sungai Rongkong dan Sungai Baliase," kata Allauddin.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved