TribunTimur/

Aluk Todolo, Agama Lokal Toraja yang Hampir Punah

Agama lokal Toraja disebut Aluk Todolo yang dikalsifikasikan masuk dalam ajaran agama Hindu.

Aluk Todolo, Agama Lokal Toraja yang Hampir Punah
HANDOVER
Agama lokal Toraja disebut Aluk Todolo yang dikalsifikasikan masuk dalam ajaran agama Hindu. 

TRIBUNTORAJA.COM, MAKALE - Toraja tak hanya mempunyai adat istiadat, budaya dan keindahan alam yang unik dan mempesona, tapi juga memiliki agama lokal yang hampir punah di zaman moderen ini.

Agama lokal Toraja disebut Aluk Todolo yang dikalsifikasikan masuk dalam ajaran agama Hindu.

"Kepercayaan yang dianut leluhur Toraja adalah falsafah hidup, maka aturan yang mengatur kehidupan masyarakat Toraja turun temurun disebut Aluk," kata Pemerhati dan aktivis budaya Toraja, Chavon Lisulembang, kepada TribunToraja.com, melalui pesan Messenger, Minggu (4/6/2017).

Chavo menambahkan, aluk diyakini sebagai pedoman hidup yang diturunkan oleh Sang Khalik atau Tuhan atau dalam Aluk Todolo disebut Deata.

Ritual Aluk Todolo yang kini mulai memudar
Ritual Aluk Todolo yang kini mulai memudar ()

Baca: Tana Toraja Keciprat Dana Bencana Alam Rp 10 Miliar dari BNPB

Kepercayaan leluhur Toraja iti pada awal mulanya hanya dikenal sebagai Aluk yang disertai oleh tata cara penyembahan atau sangka', atau semacam liturgical dan diikat oleh pemali atau larangan.

"Perannya pada adat budaya Toraja adalah bahwa seluruh aspek dalam adat budaya Toraja hingga kini adalah merupakan produk atau manifestasi dari kepercayaan leluhur Toraja," ujar Chavon.

Belakangan setelah agama Kristen masuk Toraja maka kepercayaan warisan leluhur ini disebut Aluk Todolo oleh Zending dan Gereja Toraja.

"Yah kami memang tidak pernah diajak terlibat dalam hal pemerintahan karena mayoritas masyarakat Toraja sudah Kristen, meskipun demikian tetap melaksanakan adat warisan Aluk Todolo ini," tutur lelaki yang mempunyai nama Toraja Kembong Lisulembang itu.

Pendeta atau pelayan dalam agama Aluk Todolo disebut Tomina.(*)

Penulis: Yultin Rante
Editor: Mahyuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help