Catatan Bola Willy Kumurur

Final Champion 2017: Menanti Keindahan di Millenium

Mungkin hanya penyair Spanyol Federico Garcia Lorca yang tak menghendaki malam itu datang, seperti yang ia tulis dalam sajak Gacela of Desperate Love

Final Champion 2017: Menanti Keindahan di Millenium
dok tribun-Timur/ocha alim
dr_Willy_Kumurur (essais dan penikmat sepak bola), tinggal di Makassar

Mereka memang ingin datang dan bertempur sampai tetes keringat terakhir. Telah mereka susuri lorong-lorong penuh kepahitan dan “derita” sebelum sampai ke puncak pendakian.

Sang takdir telah menentukan keputusannya bahwa hanya Juve dan Los Blancos yang berhak tampil di panggung dan pentas teater bernama Millenium Stadium dengan sang pengadil asal Jerman, Felix Brych.

Cardiff akan menjadi surga bagi sang pemenang sekaligus palung air mata bagi sang pecundang. Final nanti akan berlangsung indah, kata gelandang La Vecchia Signora, Claudio Marchisio. Sesuatu yang indah menyiratkan banyak makna.

A thing of beauty is a joy forever, tulis John Keats, penyair Inggeris. Dan sesungguhnya keindahan itu adalah kebaikan, ujar penulis mashyur Rusia, Leo Tolstoy.

Willy Kumurur, penikmat bola tinggal di Manado

BACA JUga: Pertempuran Beraroma Kenangan

Editor: Thamzil Thahir
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help