Catatan Bola Willy Kumurur

Final Champion 2017: Menanti Keindahan di Millenium

Mungkin hanya penyair Spanyol Federico Garcia Lorca yang tak menghendaki malam itu datang, seperti yang ia tulis dalam sajak Gacela of Desperate Love

Final Champion 2017: Menanti Keindahan di Millenium
dok tribun-Timur/ocha alim
dr_Willy_Kumurur (essais dan penikmat sepak bola), tinggal di Makassar

Harian Italia La Gazetta dello Sport menulis headline: Pirlo e Morata in lacrime (Pirlo dan Morata dalam genangan air mata). Air mata Pirlo tidak tumpah tatkala ditinggal pergi isterinya, Deborah Roversi, tahun 2014, namun titik-titik air produksi glandula lacrimalis (kelenjar airmata) menetes karena bagi Pirlo partai final ini adalah peluang terakhirnya memenangi Liga Champions. 

"Kami menjalani musim yang luar biasa dan final yang luar biasa. Ketika kami berada dalam momen terbaik kami harus kebobolan. Saat skor 3-1, bisa dikatakan laga telah berakhir. Namun, ini adalah bagian dari proses kami tumbuh," ujar Allegri usai laga final.

I Bianconeri terus tumbuh dan berkembang; bek tengah Giorgio Chiellini berujar, “Kami semakin berkembang dalam hal kualitas dan teknik; namun yang paling penting adalah kemauan dan pengorbanan, itulah rahasia kami di tahun ini. Berdasarkan “rahasia” itulah mereka menuntaskan dendam atas Barcelona di perempat final Liga Champions 2016/2017.

El Barca ditumpas dengan agregat 0-3. Kesuksesan Juve membungkam El Blaugrana menggelitik pemain bertahan Leonardo Bonucci untuk memberikan komentar, "Juventus sekarang tampil membuat ngeri tim-tim lain.“ Juve melaju ke final setelah menyingkirkan AS Monaco.

Dua tahun setelah final menyakitkan di Berlin, Allegri kini memimpin pasukannya menuju Stadion Millenium Cardiff di Wales, kandang punggawa Real Madrid, Gareth Bale.

Allegri mengatakan, “Kami akan hadapi laga final lawan Madrid dengan bekal pengalaman.Kami tumbuh dalam rasa percaya diri. Semua kami: diri saya, tim dan para fans. Kini kami lebih yakin dibanding final dua tahun lalu di Berlin, walaupun Madrid lebih difavoritkan,” tutur Allegri seperti dilansir The Guardian.

Ia melanjutkan, "Seperti kata Gigi Buffon, tatkala Anda sudah tiba di final, Anda mesti memenangkannya. Semoga ini tahun yang tepat untuk jadi kampiun."

Minggu dini hari, 4 Juni 2017, sungguh dinantikan oleh fans Juventus dan Real Madrid. Mungkin hanya penyair Spanyol Federico Garcia Lorca yang tak menghendaki malam itu datang, seperti yang ia tulis dalam sajak Gacela of Desperate Love:

"Malam tak ingin datang/ agar kau tak bisa datang/ dan aku tak bisa pergi. Tapi kau akan datang/ dengan lidah terbakar hujan garam. Siang tak ingin menjelang/ agar kau tak bisa datang/ dan aku tak bisa pergi. Tapi kau akan datang/ lewat lorong-lorong kumuh penuh kegelapan. Baik siang maupun malam ingin datang/ agar aku bisa mati untukmu dan untukku.”

Pasukan Massimiliano Allegri dan Zinedine Zidane telah tiba di Wales untuk pertempuran final Liga Champions.

Halaman
123
Editor: Thamzil Thahir
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help