Raja Mamuju Gelar Sittamu Ujung di Rumad Adat, Ini Yang Dibahas

Sitammu ujung yang dipimpin Maradika (Raja) Mamuju Andi Maksum Dai dikemas dalam bentuk dialog budaya

Raja Mamuju Gelar Sittamu Ujung di Rumad Adat, Ini Yang Dibahas
nurhadi/tribunsulbar.com
Pemangku Kerajaan Mamuju menggelar pertemuan dewan adat atau sitammu ujung di Rumah Adat Mamuju Jl. KS Tubun, Kelurahan Rimuku, Kecamatan Mamuju, Kabupaten Mamuju, Sulbar, Rabu (31/5/2017). 

TRIBUNSULBAR.COM, MAMUJU - Pemangku Kerajaan Mamuju menggelar pertemuan dewan adat atau sitammu ujung di Rumah Adat Mamuju Jl. KS Tubun, Kelurahan Rimuku, Kecamatan Mamuju, Kabupaten Mamuju, Sulbar, Rabu (31/5/2017).

Sitammu ujung yang dipimpin Maradika (Raja) Mamuju Andi Maksum Dai dikemas dalam bentuk dialog budaya yang dihadiri oleh para gala'gar pitu atau tujuh pemangku ada yang di struktur kerajaan Mamuju.

Selain itu, kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Wakil Bupati Mamuju Irwan SP Pababari.

Kegitan tersebut diinisiasi oleh kepala Dinas Pariwisata Mamuju Sahari Wulan dalam rangka membicara pembuatan lambang permersatu atau ping pemersatu Kabupaten Mamuju dalam menyambut hari jadi Manakarra pada bulan Juli 2017 mendatang, yang akan digali dari sejarah perjalanan kerajaan Mamuju.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Mamuju Sahari Wulan mengatakan kegitan tersebut dilaksanakan dalam rangka menggali kembali sejarah kebudayaan Mamuju.

"Kegitan ini kita laksanakan karena mengingat saat ini seiring perkembangan teknologi yang pesat begitu mudahnya kita mengakses kebudayaan luar yang kadang kala menjadikan generasi saat ini lupa akan kebudayaannya sendiri," kata Sahari Wulan dalam sambutannya sore tadi.

Senada wakil Bupati Mamuju Irwan SP Pababari mengatakan bahwa kegiatan tersebut penting untuk dilaksanakan agar sejarah perjalanan kerajaan Mamuju dapat terekam kembali dikepala para generasi muda saat ini yang nyaris saja kehilangan identitas dengan adanya perkembangan teknologi.

Sementara Maradika Mamuju Andi Maksum dari sangat mangapresiasi terlaksana kegitan tersebut karena mendukung jalannya tugas kerajaan Mamuju.

Kemudian Baligau atau pemangku adat utama Kerajaan Mamuju, Ince Rahmat Tahir, dalam kesempatan itu mengusulakan kepada Dinas Pariwisata untuk inventarisasi kembali para-pemangku-pemangku adat yang ada di Mamuju karena ia menilai dua kelompok pemangku adat di Mamuju yakni Gala'gar pitu dan Tomatoa yang notabene tidak bisa dipisahlan hampir tidak kenal.

Penulis: Nurhadi
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved