Ramadan 1438 H

Mudik Lebaran, Menhub Tekankan Koordinasi, Safety, dan Security

Budi meminta agar instansi terkait memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mendapatkan program mudik gratis bekerjasama dengan PT Pelni dan peru

Mudik Lebaran, Menhub Tekankan Koordinasi, Safety, dan Security
Akbar HS/tribunbarru.com
Menteri Perhubungan RI, Budi Karya Sumadi, meninjau meninjau progres proyek rel kereta api di Kecamatan Tanete Rilau, Kabupaten Barru, Selasa (20/12/2016) sekitar pukul 07.30 Wita. 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Muhammad Fadhly Ali

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR --Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi menekankan pentingnya koordinasi antar intansi, safety dan security dalam menghadapi arus mudik Lebaran yang diperkirakan mulai H-15 Hari Raya Idul Fitri nanti.

Hal itu disampaikan Budi Karya dalam Video Conference (Vicon) yang dilakukan bersama semua instansi perhubungan di seluruh Indonesia, Jumat (26/5/2017).

Menhub juga mengatakan, pihak angkutan bandara, udara dan laut juga mesti berkoordinasi dengan aparat kepolisian dan TNI di masing-masing wilayah, dalam rangka upaya menjaga keamanan dan mencegah hal yang tidak diinginkan.

“Harus ada koordinasi di daerah, terutama dengan aparat kepolisian untuk selalu melaporkan setiap kejadian. Jangan hanya saat ada kejadian saja baru berkoordinasi, tapi dari sekarang sudah harus dikoordinasikan semuanya,” kata Budi memalui rilis resmi yang diterima Tribun-Timur.com sore tadi.

Selain berkoordinasi dengan aparat kepolisian dan TNI, Menhub juga mengharuskan semua instansi perhubungan agar melakukan upaya koordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terkait infrastruktur jalan dan fasilitasnya, Dinas Kesehatan, termasuk RRI, TVRI dan semua media di wilayah masing-masing untuk membantu menyosialisasikan upaya-upaya yang dilakukan untuk menghadapi mudik Lebaran nanti, agar diketahui masyarakat luas.

Terkait dengan Perhubungan Laut, Budi meminta agar instansi terkait memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mendapatkan program mudik gratis bekerjasama dengan PT Pelni dan perusahaan pelayaran di wilayah masing-masing.

Lebih jauh, Menhub juga menekankan agar safety dan security harus selalu diperhatian. Dia juga meminta agar dilakukan pemeriksaan, khususnya di semua pelabuhan dan bandara. Selain melakukan pengamanan terbuka, juga harus diadakan pengamanan tertutup untuk mengantisipasi segala bentuk tindak kejahatan. Perlu juga kata Budi, untuk selalu dilakukan pemeriksaan secara periodik 2 atau 3 jam dengan random check.

“Di pelabuhan, hal penting yang juga harus dilakukan adalah batas jumlah penumpang yang harus ditoleransi. Tidak ada kenaikan yang ditolerir. Saat keberangkatan, lakukan juga cek terhadap semua fungsi yang ada di kapal dan penerbangan secara random, seperti BBM, kondisi Nakhoda dan lain sebagainya,” ujar Budi.

Dalam Vicon tersebut, PT Pelindo IV (Persero) dihadiri oleh Direktur Operasi dan Komersial, Alif Abadi, Direktur SDM dan Umum, Riman S. Duyo, Sekretaris Perusahaan, Iwan Sjarifuddin, serta Manager Pelayanan Barang dan Aneka Usaha Cabang Makassar, Johan Daming. (*)

Penulis: Muhammad Fadly Ali
Editor: Ina Maharani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help