Perspektif

Siri’ Ala Jepang

Sebenarnya orang Bugis Makassar punya potensi dan modal budaya untuk menjadi bangsa yang besar.

Siri’ Ala Jepang
TRIBUN TIMUR/ MUH ABDIWAN
Syamril (Dirut Sekolah Islam Athirah) 

Oleh: Syamril
Dirut Sekolah Islam Athirah

Seorang teman yang pernah tinggal di Jepang bercerita tentang ‘keanehan’ bangsa Jepang yang dia amati selama di sana.

Orang Jepang terkenal sebagai pekerja keras, disiplin dan berintegritas tinggi. Saya bertanya kepadanya “Apa kuncinya sehingga mereka bisa demikian?”

Teman saya menjawab : “besarnya rasa malu”.

Saya kaget, ternyata ‘hanya’ itu? Mereka malu jika santai, tidak bekerja keras. Mereka malu jika tidak disiplin dan melanggar peraturan.

Mereka malu jika tidak jujur apalagi korupsi, atau mengambil barang yang bukan miliknya. Seorang menteri mengundurkan diri setelah ketahuan korupsi.

(BACA JUGA Perspektif: Berani Hidup dan Ingat Mati)

Bagi kita masyarakat BugisMakassar, malu atau siri’ itu sudah menjadi kearifan lokal yang sejak kecil diajarkan kepada kita.

Jadi sebenarnya orang Bugis Makassar punya potensi dan modal budaya untuk menjadi bangsa yang besar.

Malu dapat dibagi dua yaitu malu pada diri sendiri dan malu pada orang lain. Semua itu terkait dengan harga diri.

Halaman
123
Editor: Jumadi Mappanganro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved