TribunTimur/

Lembaga Kemanusiaan Australia Bentuk Dua Desa Siaga Bencana di Toraja Utara

Juga telah dibentuk dua desa siaga yakni Desa Likulambe di Kecamatan Sa'dan, dan Desa Pangkungbatu

Lembaga Kemanusiaan Australia Bentuk Dua Desa Siaga Bencana di Toraja Utara
yultin/tribuntoraja.com
Pengurus FPRB dan Muspida Toraja Utara saat deklarasi dan pelantikan di ruang pola Kantor Bupati Toraja Utara, Kamis (18/5/2017) kemarin. 

TRIBUNTORAJA.COM, RANTEPAO - Departement Foreign Trade and Affairs ( DFAT) dari Austaralia mengapresiasi cara kerja penanganan bencana alam di Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan.

"Kami bekerjasama dengan BNPB dan Kementerian Sosial RI memberikan perhatian khusus bagi daerah wisata Toraja di Sulawesi Selatan, dan salah satunya diwujudkan dengan dibentuknya secara resmi Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB)," ujar Perwakilan DFAT Henry Pirade, kepada TribunToraja.Com, di loby Hotel Misiliana, Kecamatan Kesu, Toraja Utara, Jumat (19/5/2017) malam.

Wakil Bupati Toraja Utara Yosia Rinto Kadang melantik pengurus sekaligus penandatanganan Komitmen Bersama FPRB dengan Pemda dan DPRD Toraja Utara dihadapan DFAT.

Juga telah dibentuk dua desa siaga yakni Desa Likulambe di Kecamatan Sa'dan, dan Desa Pangkungbatu di Kecamatan Buntu Pepasan.

"Toraja utara sebagai salah satu daerah di Sulsel yangg memiliki keadaan geografis berbeda dengan daerah lain sehingga memiliki keadaan alam yang setiap saat dapat menjadi ancaman yang sangat berpengaruh pada potensi terjadinya bencana alam," tambah Henry.

Henry juga menambahkan DFAT sebagai donatur CWS dan yayasan Inanta akan melanjutkan kerjasama yang telah terjalin.

" Perlu ada kesadaran bersama masyarakat dalam mengenal lingkungannya termasuk kondisi alam yang dapat memicu terjadinya bencana, bahkan ketikapun terjadi bencana diharapkan masyarakat dapat siap untuk selamat, serta dapat melakukan tindakan tanggap darurat", ujar Henry Pirade.

Lembaga sosial dari Negeri Kanguru ini telah program penguatan kapasitas masyrakat terhadao ancaman bencana yang disebut Program Solidaritas, dan ada dalam forum ini.

FPRB menargetkan seluruh Desa di Toraja Utara yang berjumlah 111 Desa akan menjadi Desa siaga bencana pada tahun 2019 mendatang.

Penulis: Yultin Rante
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help