TribunTimur/

Jelang Ramadan, Warga Jeneponto Ramai-ramai Santap Ganja

Harga satu porsi gantala jarang di warung Dg Nia Rp 25 ribu komplit nasi putih.

Jelang Ramadan, Warga Jeneponto Ramai-ramai Santap Ganja
muslimin/tribunjeneponto.com
gantala jarang 

TRIBUNJENEPONTO.COM, KELARA - Jelang Ramadan, warung gantala jarang yang sering disingkat ganja, diserbu pengunjung, Sabtu (20/5/17).

Ganja salah satu makanan khas Jeneponto, seperti coto namun dari daging kuda.

Jarang berarti kuda dalam bahasa Makassar.

Dilansir wikipedia, gantala adalah daging kuda yang hanya direbus dengan menggunakan garam kasar kemudian diberi bumbu dari akar-akar kayu. Meski tidak dimasak dengan bumbu yang komplet, makanan ini memiliki rasa dan aroma khas.

Salah satu warung gantala jarang yang diserbu pengunjung jelang Ramadan ini, adalah warung milik Dg Nia (50),di  Kompleks Pasar Tolo, Kelurahan Tolo Kota, Kecamatan Kelara, Jeneponto.

"Alhamdulillah, ada peningkatan pengunjung. Biasanya hanya sekitar 30 puluan pengunjung, tapi akhir-akhir ini ada sekitar 50-an pengunjung per hari," kata Lilis (17), cucu Dg Nia yang membantu melayani pelanggan.

Harga satu porsi gantala jarang di warung Dg Nia Rp 25 ribu komplit nasi putih.

Seorang pengunjung, Dg Nai, mengatakan memang banyak warga makan gantala sebelum Ramadan karena dapat menambah vitalitas tubuh sehingga kuat menjalani puasa.

Selain itu, lanjutnya, pada bulan Ramadan sangat susah mencari penjual gantala.

"Ini seperti makan melepas rindu karena selama satu bulan kita tidak akan makan gantala,," ujar Dg Nai (42).

Mau rasakan gantala jarang? K e Jeneponto yuk.

Penulis: Muslimin Emba
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help