TribunTimur/
Home »

Luwu

Tembakan Salvo Iringi Pemakaman Praka Edy di Lamasi Luwu

Jenazah Edy dimakamkan tak jauh dari rumahnya, Desa Pelalan, Kecamatan Lamasi Timur, Kabupaten Luwu, Jumat (19/5/2017).

Tembakan Salvo Iringi Pemakaman Praka Edy di Lamasi Luwu
Edi Hermawan/TribunBantaeng.com
Suasana duka menyelimuti kediaman Praka Edy, korban tewas akibat kecelakaan dalam latihan penembakan Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC) yang digelar di Natuna, Kepulauan Riau. 

TRIBUNLUWU.COM, LAMASI TIMUR - Suasana duka menyelimuti kediaman Praka Edy, korban tewas akibat kecelakaan dalam latihan penembakan Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC) yang digelar di Natuna, Kepulauan Riau.

Jenazah Edy dimakamkan tak jauh dari rumahnya, Desa Pelalan, Kecamatan Lamasi Timur, Kabupaten Luwu, Jumat (19/5/2017).

Keluarga tak dapat menahan tangis atas kepergian Edy yang telah menjadi tulang punggung keluarga.

Almarhum meninggalkan istri, dua anak, ibu, dan empat saudara.

Anaknya yang pertama masih berumur empat tahun dan yang kedua berumur empat bulan.

"Kami sekeluarga berterima kasih kepada TNI dan segenap jajarannya yang telah mengantar anak kemanakan kami dari Riau hingga tiba di rumah kami di Sulawesi Selatan. Kami berharap kedepan semoga pihak TNI memberi kebaikan kepada anak atau cucu kami, mengingat anak kami Praka Edy adalah tulang punggung keluarga," ujar tante Praka Edy, Ribka Joni.

Keluarga berharap TNI memperhatikan kedua anak korban demi masa depan mereka.

Pemakaman Praka Edy dilakukan secara militer dipimpin oleh Aspers Kasdam XIV Hasanuddin, Kolonel Infantri Heri Pribadi diiringi tembakan salvo.

Empat prajurit TNI Angkatan Darat tewas dan delapan lainnya terluka akibat kecelakaan tersebut.

Dilansir kompas.com, Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat, Brigjen TNI Alfret Denny Tuejeh, merilis kecelakan tersebut akibat gangguan pada Meriam Giant Bow yang sedang digunakan pada latihan tersebut.

Meriam Giant Bow yang digunakan latihan buatan China.

Penulis: Desy Arsyad
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help