TribunTimur/

Tak Mau Pulang, Ternyata ini Aktivitas Habib Rizieq di Arab Saudi

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab saat ini berada di Arab Saudi.

Tak Mau Pulang, Ternyata ini Aktivitas Habib Rizieq di Arab Saudi
TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq menyapa ribuan anggota FPI diiringi salawat seusai menjalani pemeriksaan di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, Kamis (12/1/2017). Kehadiran Habib Rizieq di Mapolda Jabar dalam rangka memenuhi panggilan tim penyidik Polda Jabar terkait dugaan kasus penghinaan Pancasila. 

TRIBUN-TIMUR.COM - Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab saat ini berada di Arab Saudi.

Menurut pengacaranya, Rizieq di Arab Saudi tengah fokus mempelajari bahan disertasinya.

"(Kegiatan Rizieq) ibadah dan persiapan sidang tertutup disertasi. Jadi banyak baca bukunya," ujar pengacara Rizieq, Sugito Atmo Prawiro, saat dihubungi, Jumat (19/5/2017).

Menurut Sugito, saat ini Rizieq lebih mempunyai waktu luang membaca buku di Arab Saudi.

Pasalnya, selama di Indonesia Rizieq kerap berkeliling ke kota-kota di Indonesia untuk berceramah.

"Jadi sekarang waktu yang tepat untuk banyak baca buku, mengkaji, dan menyelesaikan disertasi untuk persiapan sidang tertutup yang selanjutnya sidang terbuka," kata Sugito.

Namun, Sugito merahasiakan di mana keberadaan Rizieq selama tinggal di Arab Saudi.

Dan belum ingin pulang ke Indonesia.

Dalam kasus chat WhatsApp berkonten pornografi, Rizieq sudah dua kali mangkir panggilan pemeriksaan polisi.

Pada panggilan pertama 25 April 2017, Rizieq berdalih sedang melaksanakan ibadah umrah.

Dari Arab Saudi, Rizieq sempat bertolak ke Yaman untuk mengunjungi anaknya yang melahirkan.

Ia kemudian juga ke Kuala Lumpur, Malaysia, untuk menyelesaikan studinya.

Melalui tim advokasinya di Jakarta, Rizieq mengatakan tidak berlari menghindari daftar panjang kasus hukumnya di berbagai daerah di Indonesia.

Rizieq menolak pulang ke Indonesia karena tak mau diperiksa dalam kasus chat WhatsApp berkonten pornografi ini.

Ia menilai kasusnya direkayasa.

Editor: Edi Sumardi
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help