TribunTimur/
Home »

Gowa

Peringati Haul ke IV AG Harisah, IPNU dan IPPNU Gelar Dzikir dan Tahlil

Satu hal yang selalu menjadi pesan beliau semasa hidup, almarhum mengajarkan untuk menghormati keberagaman.

Peringati Haul ke IV AG Harisah, IPNU dan IPPNU Gelar Dzikir dan Tahlil
TRIBUN TIMUR/WA ODE NURMIN
Para santri dan alumni Pondok Pesantren An Nahdlah Makassar melakukan doa bersama didepan makam Anregurutta KH. Muhammad Harisah usai Dzikir dan Tahlil bersama, Jumat (19/5/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Timur Wa Ode Nurmin

TRIBUN-TIMUR.COM, SUNGGUMINASA- Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Makassar menggelar acara Dzikir dan Tahlil dalam rangka haul ke IV Anregurutta KH. Muhammad Harisah selaku pendiri dan pengasuh Pondok Pesantren An Nahdlatul Makassar di Pekuburan Umum Al Waqiah, Jl Poros Pattalasang, Kecamatan Pattalasang, Gowa, Jumat (19/5/2017).

Kegiatan yang juga bekerjasama dengan Ikatan Alumni Pondok Pesantren An Nahdlah ini merupakan rangkaian puncak Haul ke IV AG KH. Muhammad Harisah yang akan digelar di Celebes Convention Center, Makassar, Sabtu (20/5).

Ketua Panitia Haul, Khairul Anam, mengatakan Dzikir dan Tahlil ini adalah satu rangkaian kegiatan Haul ke IV untuk mengenang kembali jasa-jasa dan pendidikan dari pendiri Pondok Pesantren An Nahdlah Makassar.

"Kita mendoakan kembali beliau semoga Khusnul khatimah. Itu sih intinya. Dan santri juga alumni ikut hadir. Sebelumnya kita juga menggelar bazar dan reuni alumni pada 14 Mei kemarin. Ini memang setiap tahun dan sekarang tahun ke empat," katanya.

Sementara itu Ketua Alumni Ikatan Pesantren An Nahdlah, Rizal Syamsuddin, menjelaskan 20 Mei bertepatan dengan meninggalnya KH. Muhammad Harisah.

"20 Mei juga bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional. Tujuan kegiatan ini adalah membangun kebangkitan dan membangun moralitas, mencontoh keteladanan beliau sebagai orang tua yang mendidik sebagai guru. Pesan beliau bagaimana kita bisa membangun moralitas masyarakat, " ujarnya.

Satu hal yang selalu menjadi pesan beliau semasa hidup, almarhum mengajarkan untuk menghormati keberagaman.

"Beliau itu sangat toleran orangnya. Karena disekitar pesantren itu banyak non muslim, jadi dia meminta jaga keberagaman, sebab kita sama dihadapan Tuhan. Sisa ibadah kita yang akan menuntun," lanjutnya.

Rizal juga menambahkan inti acara Haul adalah puncak seremonial yang akan dihadiri kurang lebih 3.000 jamaah, santri dan alumni.(*)

Penulis: Waode Nurmin
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help