TribunTimur/

Peran dan Motif Tiga Pelaku Pembunuhan Sadis di Batujala Jeneponto

Sampara yang merupakan warga kampung Bentenga, Desa Bulusibantang, Kecamatan Bontoramba, diketahui juga berperan sebagai eksektor.

Peran dan Motif Tiga Pelaku Pembunuhan Sadis di Batujala Jeneponto - pembunuh-3457_20170519_094623.jpg
muslimin emba/tribunjeneponto.com
Pelaku pembunuhan Majid, warga Bontomattiro, Desa Bulusibatang, Kecamatan Bontoramba, Jeneponto, diringkus, Kamis (18/05/2017) malam. 
Peran dan Motif Tiga Pelaku Pembunuhan Sadis di Batujala Jeneponto - pelaku-pembunuhan-34_20170519_094344.jpg
muslimin emba/tribunjeneponto.com
Pelaku pembunuhan Majid, warga Bontomattiro, Desa Bulusibatang, Kecamatan Bontoramba, Jeneponto, diringkus, Kamis (18/05/2017) malam. 
Peran dan Motif Tiga Pelaku Pembunuhan Sadis di Batujala Jeneponto - pembunuh-4567_20170519_094311.jpg
muslimin emba/tribunjeneponto.com
Pelaku pembunuhan Majid, warga Bontomattiro, Desa Bulusibatang, Kecamatan Bontoramba, Jeneponto, diringkus, Kamis (18/05/2017) malam. 
Muslimin Emba/Tribunjeneponto.com
TRIBUNJENEPONTO.COM, BANGKALA BARAT- Tiga pelaku pembunuhan Majid, warga Bontomattiro, Desa Bulusibatang, Kecamatan Bontoramba, Jeneponto, diringkus.
Ketiganya diciduk tim Polsek Tamalatea bekerja sama Unit Buser Polres Jeneponto.
Pelaku pertama yang ditangkap bernama Baha (42) warga Allu Loe, Desa Bulusibatang, Kecamatan Bontoramba.
Baha yang berperan sebagi eksekutor pembunuhan Majid diringkus di persembunyiannya di Kecamatan Bangakala Barat, Jeneponto, Kamis (18/05/2017) pukul 20.30 Wita.
Sejam kemudian, tepatnya pukul 23.00 Wita, Kapolsek Tamalatea AKP Syahrul yang memimpin pengembangan, menjemput pelaku lainnya bernama Sampara (25).
Sampara yang merupakan warga kampung Bentenga, Desa Bulusibantang, Kecamatan Bontoramba, diketahui juga berperan sebagai eksektor.
Pukul 23.20 Wita, hasil dari pengembangan dari keduanya Polisi akhirnya berhasil menangkap otak pembunuhan bernama Bate (45).
Bate yang merupakan warga kampung Bentenga, Desa Bulusibantang, Kecamatan Bontoramba, diketahui melakukan pengawasan saat almarhum Majid dibunuh secara sadis oleh Baha dan Sampara.
Motif sementara hasil pemeriksaan polisi, ketiganya tega menghabisi nyawa Majid karena diduga terlibat perseteruan persoalan kuda yang hilang sejak 2014 silam.
Usai mengamankan ke tiganya di Polsek Tamalatea, ketiganya pun digiring ke Mapolres Jeneponto untuj menjalani pemeriksaan lebih lanjut. (*)
Penulis: Muslimin Emba
Editor: Ilham Mangenre
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help