TribunTimur/
Home »

Lutim

Kadisdik Lutim Sebut Ultimatum Kadis Pendidikan Sulsel Irman Yasin Limpo Meresahkan

La Besse menyarankan Irman YL perlu bermusyawarah sebelum memutus kebijakan.

Kadisdik Lutim Sebut Ultimatum Kadis Pendidikan Sulsel Irman Yasin Limpo Meresahkan
tribun-timur.com/ivan
Kepala Disdik Sulsel Irman Yasin Limpo (kiri), Kadisdik Luwu Timur La Besse 
Laporan Wartawan TribunLutim.com, Ivan Ismar
TRIBUNLUTIM.COM, MALILI- Kepala Dinas Pendidikan Luwu Timur La Besse menyebut kebijakan Kepala Dinas Pendidikan Sulsel Irman Yasin Limpo meresahkan warga.
Baru-baru ini, Kepala Dinas Pendidikan Sulsel Irman Yasin Limpo memberi ultimatum: ruang kelas belajar di SMK/SMA dibatasi 35 siswa tiap kelas.
La Besse menyarankan Irman YL perlu bermusyawarah sebelum memutus kebijakan.
"Karena kalau seperti ini, kebijakan belum dilaksanakan namun sudah menimbulkan keresahan bagi masyarakat," kata La Besse kepada Tribunlutim.com, Jumat (19/5/2017).
Sementara itu, kata La Besse, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Luwu Timur mengupayakan masing-masing tamatan SMP bisa lanjut ke SMK/SMA, tidak dibatasi.
"Tidak semua kabupaten/kota punya sekokah alternatif (sekolah swasta) yang bisa menampung siswa yang tidak tertampung di sekolah negeri,
termasuk di Luwu Timur, jadi mau sekolah dimana mereka yang tidak tertampung," katanya. 
35 Harga Mati
None sapaan Irman Yasin Limpo, menyampaikan, tidak boleh lagi ada sekolah yang rombelnya melebihi 35 siswa atau siswi.
"Tahun ini, tidak ada lagi penerimaan diatas 35 siswa setiap rombelnya," kata None di Grand Palace Hotel Jl, Tentara Pelajar, Makassar, Rabu (17/5/2017).
Alasan None, agar sekolah swasta memiliki ruang untuk menerima siswa baru.
"Kemarin pada pekan integritas, kami sudah standarkan. Jadi sekolah swasta yang tidak mencapai standar akan dibekukan proses penerimaannya.
Ini agar masyarakat percaya dan mau menyekolahkan anaknya di swasta. Termasuk fasilitas sekolah swasta. Apakah memadai atau tidak," ujar None.
None menegaskan, 35 jumlah siswa setiap rombel sudah harga mati. (*)
 
Penulis: Ivan Ismar
Editor: Ilham Mangenre
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help