TribunTimur/

Aktivis HMI di Makassar Kecam Pelaku Penghinaan Terhadap JK

Olehnya itu, lanjut Najamuddin, aparat hukum mestinya segera mengambil langkah-langkah antisipatif

Aktivis HMI di Makassar Kecam Pelaku Penghinaan Terhadap JK
TRIBUN TIMUR/FAHRIZAL SYAM
Wakil Presiden RI HM Jusuf Kalla bertemu dengan perwakilan pedagang Pasar Sentral, di kediamannya, Jl Haji Bau Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (1/5/2017). Pertemuan itu untuk membahas polemik harga lods Pasar Sentral atau Makassar Mall yang dinilai terlalu mahal oleh pedagang. 

Laporan wartawan Tribun Timur Hasan Basri

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -- Dugaan Fitnah yang dilakukan oleh SM terhadap Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) saat berorasi di Mako Brimob, Depok menuai kecaman keras dari berbagai pihak.

Aktifis HMI MPO Makassar, Najamuddin Arfah mengungkapkan, apa yang dilontarkan oleh SM tersebut merupakan tuduhan yang keji dan menciderai kebhinekaaan.

"Merupakan halusinasi, bentuk frustasi karena kekalahan Ahok. Dalam ilmu psikologi, kalau orang kalah dan panik, maka biasanya mereka akan melakukan tindakan di luar kelaziman, misalnya melakukan hal-hal yang selama ini justru dia kecam, belum bisa terima kenyataan, sensitif dan eksplosif, saling menyalahkan, dan akhirnya mencari kambing hitam,"tegas Najamuddin.

Najamuddin menyebut, tuduhan tersebut, sungguh keji dan tidak mendasar. Maka wajar saja jika ada pihak yang marah. "Lalu dimana aparat hukum khususnya kepolisian berpihak atas penghinaan itu? Bukankah penghinaan dan fitnah itu di depan mata mereka?,"sebut Mantan Ketua HMI MPO Makassar ini.

Olehnya itu, lanjut Najamuddin, aparat hukum mestinya segera mengambil langkah-langkah antisipatif. Agar persoalan tersebut tidak melebar dan mengakibatkan semakin banyak pelaku fitnah lainnya.

Najamuddin juga berharap, salah satu pelaku penyebar fitnah lewat status FBnya, Hasanudin Abdurakhman, alumni UGM Jogja yang menuduh JK sebagai dalang kerusuhan SARA yang terjadi di Makassar puluhan tahun silam.

Dalan Akun facebooknya, dia menulis bahwa JK telah memprovokasi massa Islam untuk menyerang umat Kristiani dan membakar sejumlah fasilitas gereja.

"Mereka semua kita tuntut agar menyatakan permintaan maaf secara tertulis kepada publik melalui media massa cetak nasional," ujarnya.

"Jika para pelaku dimaksud tidak melaksanakan, sebagai keluarga besar HMI yang telah dihina, maka kami akan menempuh jalur hukum," pungkasnya.(*)

Penulis: Hasan Basri
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help