TribunTimur/
Home »

Maros

Dinsos Berhenti Razia, Bocah Peminta-Peminta Ngaku Nyaman di Maros

Peminta-minta yang masuk ke Maros semakin banyak. Mulai bocah yang masih berumur 5 tahun sampai usia 40 tahun.

Dinsos Berhenti Razia, Bocah Peminta-Peminta Ngaku Nyaman di Maros
TRIBUN TIMUR/ANSAR
Dua bocah masuk meminta-minta di warkop 89 Jl Pettarani, Kelurahan Petuadae, Kecamatan Turikale, Kamis (18/5/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Ansar Lempe

TRIBUN-TIMUR.COM, MAROS - Pasca berhentinya Dinas Sosial (Dinsos) Maros melakukan razia, peminta-minta yang masuk ke Maros semakin banyak. Mulai bocah yang masih berumur 5 tahun sampai usia sekitar 40 tahun.

Sejak tahun 2017, Dinsos tidak lagi gencar menyisir ruas jalan dan tempat keramaian yang ada di Maros, untuk menagkap peminta-peminta dan pengamen.

Seperti yang terjadi di warkop 89 Jl Pettarani, Kelurahan Petuadae, Kecamatan Turikale, Kamis (18/5/2017).

Dua bocah masuk meminta-minta. Sementara ibu kandungnya berada di tepi jalan sembari menggendong anaknya yang masih balita.

Kedua bocah tersebut yakni Maliati (8) dan Alif (7). Keduanya mengaku bersaudara dan berdomisili di jalan Landak Baru, Makassar. Sementara ibu kandungnya bernama Tina.

Maliati mengaku sengaja ke Maros untuk meminta-minta. Dia bersama ibu dan adiknya. Padahal Maliati mengaku masih duduk di kelas dua SD Katangka, Makassar. Sementara Alif baru kelas satu.

"Saya tidak mau masuk sekolah. Ibu suruh saya pergi meminta-minta. Sudah lama mi saya tidak masuk sekolah karena sering ke sini (Maros)," kata bocah ini sembari meminta uang dengan menyodorkan tempat uangnya.

Ayah kandungnya sudah lama meninggal. Bahkan keduanya sudah lupa dengan wajah ayahnya. Hal tersebut membuatnya putus sekolah.

Dia memilih ke Maros karena belum pernah dikejar oleh Satpol PP dan Dinsos. Selama ini, penghsilannya di Maros juga memuaskan dibanding saat di Makassar.

"Aman kalau di Maros, tidak ada yang kejar-kejar. Kalau di Makassar, seringki dikejar sama Satpol PP. Saya lebih nyaman di Maros, kita juga bisa dapat uang minimal Rp 50 ribu," ujarnya.

Penulis: Ansar
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help