TribunTimur/

Lulus di STKIP-Yapti Jeneponto, Semangat Belajar Penyandang Difabel Ini Patut Dicontoh

Syamsuddin datang ke lokasi wisuda sambil merangkak menggunakan kedua tangannya yang beralas sandal karena kaki kirinya lumpuh.

Lulus di STKIP-Yapti Jeneponto, Semangat Belajar Penyandang Difabel Ini Patut Dicontoh
Muslimin Emba/tribunjeneponto.com
Wisudawan Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Yapti Jeneponto, Syamsuddin (31), menjadi perhatian tamu yang hadir di Dies Natalis ke XVIII di Gedung Sipitangarri, Jl Lanto Dg Pasewang, Kecamatan Binamu, Rabu (17/05/2017). 

TRIBUNJENEPONTO.COM, BINAMU - Wisudawan Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Yapti Jeneponto, Syamsuddin (31), menjadi perhatian tamu yang hadir di Dies Natalis ke XVIII di Gedung Sipitangarri, Jl Lanto Dg Pasewang, Kecamatan Binamu, Rabu (17/05/2017).

Syamsuddin datang ke lokasi wisuda sambil merangkak menggunakan kedua tangannya yang beralas sandal karena kaki kirinya lumpuh.

"Waktu kecil saya lahir normal, tapi saat mulai duduk, saya sakit demam jadi saya disuntik polio, di situ kkaki saya mulai lumpuh," ujar Syamsuddin dihampiri usai acara.

Kondisinya itu tidak menyurutkan semangatnya untuk meraih cita-cita.

"Dari SD sampai kuliah dan sekarang wisuda saya berjalan begini," ujar Syamsuddin.

Syamsuddin merupakan pria kelahiran Kecamatan Rumbia, Jeneponto.

Wisudawan jurusan Sastra Indonesia STIE TKIP Yapti Jeneponto Syamsuddin (31 berjalan merangkak menggunakan kedua tangannya, Rabu (17/05/2017) siang.
Wisudawan jurusan Sastra Indonesia STKIP Yapti Jeneponto Syamsuddin (31 berjalan merangkak menggunakan kedua tangannya, Rabu (17/05/2017) siang. ()

Baca: Rakyat Takalar Berjuang Sendiri Lawan Penambang Asing, Mereka Dilanda Abrasi, Jeneponto Pun Kena

Dia berhijrah ke rumah kakaknya bernama Hasmawati, Dusun Su'rulangi, Desa Bontomate'ne, Kecamatan Sinoa, Bantaeng, saat duduk di bangku sekolah dasar.

"Kalau tidak salah sejak umur tiga bulan dia (Syamsuddin) mulai lumpuh kakinya, tamat SD saya ambil ke Bantaeng jadi sekolah di Bantaeng," kata Hasmawati.

Syamsuddin merupakan mahasiswa non reguler, jurusan sastra Indonesia di kampus STKIP YAPTI Tarowang.

"Saya kuliahnya Sabtu-Minggu, dan Alhamdulillah saya tadi dapat dinilai 5,3 waktu disebut memuaskan," tutur Syamsuddin.

Dirinya berpesan agar generasi muda yang memiliki kondisi normal tidak patah semangat dan harus lebih baik lagi.

Sebanyak 293 peserta Dies Natalis ke XVIII Sekolah Tinggi Ilmu Pendidikan dan Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STIE-STKIP) Yapti Jeneponto mengikuti prosesi wisada di Gedung Sipitangarri.(*)

Penulis: Muslimin Emba
Editor: Mahyuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help