TribunTimur/
Home »

Lutra

Debt Collector Ini Terancam 9 Tahun Penjara, Rampas Mobil Konsumen, Ditangkap di Akkarena Makassar

AP terancam penjara, dijerat Pasal KUHP 368, 369 dan 378, yang bunyinya sebagai berikut.

Debt Collector Ini Terancam 9 Tahun Penjara, Rampas Mobil Konsumen, Ditangkap di Akkarena Makassar
handover
AP (kiri) debt collector dari sebuah leasing ditangkap tim Resmob Polres Kabupaten Luwu Utara di Makassar, Sabtu (13/5/2017). 
Laporan Wartawan TribunLutra.com, Chalik Mawardi

TRIBUNLUTRA.COM, MASAMBA- Tim Resmob Polres Luwu Utara menangkap seorang debt collector perusahaan pembiayaan, Sabtu (13/5/2017), gara-gara merampas mobil konsumen.
Tukang tagih bersangkutan berinisial AP.
AP merampas mobil cicilan konsumen pada 27 Januari 2017, di Desa Dandang, Kecamatan Sabbang, Luwu Utara.
"AP kita tangkap di Makassar di Pantai Akkarena sekitar pukul 20.00 Wita," kata Kanit Resmob Polres Luwu Utara Ipda Rodo P Manik kepada Tribunlutra.com, Minggu (14/5/2017).
Penangkapan AP berdasarkan surat perintah penangkapan Reskrim Polres Luwu Utara tertanggal 13 Mei 2017.
"Berdasarkan Nomor Laporan: LPB/27/I/2017/SPKT.Polres Luwu Utara atas nama M Safri," tutur Rodo Manik.

Baca juga: Polsek Wajo: Kalau Debt Collector Sita Kendaraan Anda, Laporkan ke Kami

Baca juga: Kehebohan saat Debt Collector Berkelahi dengan Nasabah Pemilik Mobil di Jalan

Kini AP mendekam di sel tahanan Polrestabes Makassar dan akan dibawa ke Mapolres Luwu Utara.

AP terancam penjara, dijerat Pasal KUHP 368, 369 dan 378, yang bunyinya sebagai berikut.

1. Pasal 368 KUHP

(1) Barang siapa dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum, memaksa seorang dengan kekerasan atau ancaman kekerasan untuk memberikan barang sesuatu, yang seluruhnya atau sebagian adalah kepunyaan orang itu atau orang lain, atau supaya membuat hutang maupun menghapuskan piutang, diancam karena pemerasan dengan pidana penjara paling lama sembilan tahun.
(2) Ketentuan Pasal 365 ayat kedua, ketiga, dan keempat berlaku bagi kejahatan ini.
Penjelasan Pasal 368 adalah sebagai berikut :
a. Kejadian ini dinamakan “pemerasan dengan kekerasan” (afpersing).
Pemeras itu pekerjaannya: 1) memaksa orang lain; 2) untuk memberikan barang yang sama sekali atau sebagian termasuk kepunyaan orang itu sendiri atau kepunyaan orang lain, atau membuat utang atau menghapuskan piutang; 3) dengan maksud hendak menguntungkan diri sendiri atau orang lain dengan melawan hak. (pada Pasal 335, elemen ini bukan syarat).
b. Memaksanya dengan memakai kekerasan atau ancaman kekerasan;
1) Memaksa adalah melakukan tekanan kepada orang, sehingga orang itu melakukan sesuatu yang berlawanan dengan kehendak sendiri. Memaksa orang lain untuk menyerahkan barangnya sendiri itu masuk pula pemerasan; 2) Melawan hak adalah sama dengan melawan hukum, tidak berhak atau bertentangan dengan hukum; 3) Kekerasan berdasarkan catatan pada Pasal 89, yaitu jika memaksanya itu dengan akan menista, membuka rahasia maka hal ini dikenakan Pasal 369.
c. Pemerasan dalam kalangan keluarga adalah delik aduan (Pasal 370), tetapi apabila kekerasan itu demikian rupa sehingga menimbulkan “penganiayaan”, maka tentang penganiayaannya ini senantiasa dapat dituntut (tidak perlu ada pangaduan);
d. Tindak pidana pemerasan sangat mirip dengan pencurian dengan kekerasan pada Pasal 365 KUHP. Bedanya adalah bahwa dalam hal pencurian si pelaku sendiri yang mengambil barang yang dicuri, sedangkan dalam hal pemerasan si korban setelah dipaksa dengan kekerasan menyerahkan barangnya kepada si pemeras.
2. Pasal 369 KUHP
(1) Barang siapa dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum, dengan ancaman pencemaran baik dengan lisan maupun tulisan, atau dengan ancaman akan membuka rahasia, memaksa seorang supaya memberikan barang sesuatu yang seluruhnya atau sebagian kepunyaan orang itu atau orang lain. atau supaya membuat hutang atau menghapuskan piutang, diancam dengan pidana penjara paling lama empat tahun.
(2) Kejahatan ini tidak dituntut kecuali atas pengaduan orang yang terkena kejahatan.
3. Pasal 378 KUHP
Barang siapa dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum, dengan memakai nama palsu atau martabat palsu, dengan tipu muslihat, ataupun rangkaian kebohongan, menggerakkan orang lain untuk menyerahkan barang sesuatu kepadanya, atau supaya memberi hutang rnaupun menghapuskan piutang diancam karena penipuan dengan pidana penjara paling lama empat tahun.
Penulis: Chalik Mawardi
Editor: Ilham Mangenre
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help