TribunTimur/
Home »

Luwu

Kakak Adik Yatim Piatu di Luwu Ini Tak Mau Tinggalkan Sekolah, Begini Perjuangannya

Irma sapaan akrab Irmayanti, kini tinggal berdua dengan adiknya Fitriani yang duduk di kelas VIII SMPN 1 Suli.

Kakak Adik Yatim Piatu di Luwu Ini Tak Mau Tinggalkan Sekolah, Begini Perjuangannya
desy/tribunluwu.com
Irma (kanan) dan adiknya Fitri 

TRIBUNLUWU.COM, BELOPA - Irmayanti (17), siswa kelas X SMKN 1 Suli, harus merasakan beratnya kehidupan bersama adiknya Fitriani, usai ditinggal wafat oleh kedua orangtuanya.

Bapak Irma, Amiruddin dan ibunya Radi, meninggal tepat di hari raya Idulfitri, 6 Juli 2016 lalu, karena kecelakaan lalu lintas di Desa Cimpu, Kecamatan Suli, Kabupaten Luwu.

Irma sapaan akrab Irmayanti, kini tinggal berdua dengan adiknya Fitriani yang duduk di kelas VIII SMPN 1 Suli.

Irma harus mengurus seluruh pekerjaan rumah berdua dengan adiknya.

Di luar jam sekolah, dia mencari kerang untuk dijual.

Rumahnya berada paling ujung Desa Banawa, Kecamatan Suli, Kabupaten Luwu.

Dia hanya bisa menghasilkan uang dengan mencari kerang tersebut dan sesekali jadi buruh panen rumput laut di waktu panen.

"Kalau tidak ada uang saya cari burungang dan joi di pinggir empang, kadang juga pergi bantu - bantu orang panen rumput laut," ujarnya kepada tribunluwu.com, Rabu (10/5/2017).

Burungang dan joi merupakan nama jenis kerang yang berada dipinggir empang dalam bahasa daerah Luwu, yang dikonsumsi warga Luwu.

Satu - satunya harta benda yang dimiliki Irma saat ini motor matic, yang ia peruntukkan hanya untuk ke Sekolah.

Halaman
123
Penulis: Desy Arsyad
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help