TribunTimur/

Pilgub Sulsel 2018

Bro Rivai Jadi Pembicara Seminar Nasional di Unhas

Bro Rivai menambahkan, jalan untuk mendapat anggaran guna membangun infrastruktur Sulsel sekaligus menggenjot pertumbuhan ekonomi adalah melalui pemba

Bro Rivai Jadi Pembicara Seminar Nasional di Unhas
HANDOVER
Bakal calon Gubernur Sulsel Abdul Rivai Ras menyebut kemajuan pembangunan Sulsel bisa bersaing dengan DKI Jakarta jika dikelola dengan benar di tangan yang tepat. 

Laporan Wartawan Tribun Timur Abdul Aziz Alimuddin

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -- Bakal calon Gubernur Sulsel Abdul Rivai Ras menyebut kemajuan pembangunan Sulsel bisa bersaing dengan DKI Jakarta jika dikelola dengan benar di tangan yang tepat.

Pernyataan itu disampaikan dalam seminar nasional‎ 'Maritime Challenge' yang diselenggarakan Keluarga Mahasiswa Jurusan Ilmu Kelautan di Gedung Iptek Unhas, Sabtu (6/5/2017).

Bro Rivai menambahkan, jalan untuk mendapat anggaran guna membangun infrastruktur Sulsel sekaligus menggenjot pertumbuhan ekonomi adalah melalui pembangunan di sektor maritim.

"Sulsel bisa menjadi Jakarta kedua. Kalau kita lipat peta Indonesia, Sulsel itu tepat berada di tengah Indonesia. Dari sisi kajian potensi maritim, Sulsel bisa menjadi jalur perdagangan maritim terbesar di Indonesia. Bahkan bisa menggantikan Singapura sebagai pelabuhan tersibuk di kawasan Asia Tenggara," kata Bro Rivai via rilis yang dikirim ke Tribun, Sabtu (6/5/2017).

Bro Rivai menjelaskan, untuk membangun Indonesia menjadi negara maritim yang strategis di dunia dibutuhkan minimal anggaran Rp 500 triliun per tahun. Sayangnya, sampai hari ini pemerintah hanya mampu mengalokasikan Rp 21 triliun per tahun dalam APBN untuk pembangunan visi poros maritim dunia.

"Nah, poros maritim dunia itu bisa dimulai dari Sulsel sebagai pilot projectnya. Unhas seharusnya bisa menjadi center of excellence dalam urusan riset maritim di Kawasan Indonesia Timur," papar Bro Rivai.

Dari sisi perikanan, kata Bro Rivai, Selat Makassar dan Teluk Bone merupakan bagian dari area 71 salah satu dari 19 fishing ground terbesar dunia. Menurutnya, 30 persen produk perikanan dunia dipasok dari laut Indonesia.

"Bila sektor maritim dikelola oleh pemerintah dengan benar dan di tangan yang tepat, maka seluruh masyarakat Indonesia, termasuk Sulsel, akan hidup sejahtera," ujar Bro Rivai.

"Persoalannya saat ini adalah political will pemerintah," katanya.

Penulis: Abdul Azis
Editor: Ina Maharani
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help