Tim Hukum Terdakwa Penikam Polisi Harap Pembacaan Tuntutan Tak Ditunda Lagi

"Saya tidak punya niat untuk menikam, tapi karena saya terdesak, langsung mencabut badik dan menikam korban," kata Jusman

Tim Hukum Terdakwa Penikam Polisi Harap Pembacaan Tuntutan Tak Ditunda Lagi
TRIBUN TIMUR/HASAN BASRI
Jusman, anggota Satuan Polisi Pamong Praja yang menjadi terdakwa dalam kasus penikaman yang menewaskan anggota Sabhara Polda Sulsel, Bripda Michael Abraham kembali menjalani persidangan. 

Laporan wartawan Tribun Timur Hasan Basri

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR- Sidang pembacaan tuntutan terhadap, Jusman terdakwa kasus dugaan penikaman yang menewaskan anggota Sabhara Polda Sulsel, Bripda Michael Abraham akan digelar, Selasa (02/04/2017) besok, setelah pekan lalu ditunda.

Persidangan sebelumnya ditunda, karena Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Makassar belum siap membacakan tuntutan, lantaran materi tuntutan belum selesai dibuat.

"Rencananya sidang kembali digelar besok dalam agenda sama, yakni pembacaan tuntutan," kata Kuasa Hukum terdakwa, Zulkifli Hasanuddin.

Mantan wakil Ketua LBH ini berharap JPU sudah siap membacakan tuntutan. Tuntutan dibacakan diharapkan juga agar tidak memberkan klienya dan tetap mengacu pada fakta persidangan.

Terdakwa Jusman merupakan salah satu anggota Satpol PP Pemkot Makassar. Ia ditetapkan sebagai terdakwa karena disangka menikam Bripda Michael hingga tewas.

Di dalam persidangan sebelumnya, Jusman mengaku melakukan penikaman karena pembelaan terpaksa untuk menyelamatkan diri.

"Saya tidak punya niat untuk menikam, tapi karena saya terdesak, langsung mencabut badik dan menikam korban," kata Jusman di ruang persidangan.

Ia merasa terdesak lantaran ingin meloloskan dari amukan para pelaku penyerangan kantor Balaikota pada saat itu. Terdakwa mengaku dipukul dan dianiaya beberapa kali oleh sekelompok orang berpakaian preman. Dia dipukul dengan menggukanan benda tumpul.

"Saat itu saya sementara disekitar mess Balaikota. Tiba tiba malam itu, saya dengar tembakan dua kali. Seketika saat itu, saya dan teman teman lain mencoba menyelamatkan diri,"paparnya.

Namun kata terdakwa, saat itu tiba tiba dihadang dan langsung memukul terdakwa sampai terkapar. Setelah pelaku meninggalkan terdakwa, Jusman mencoba masuk ke dalam Mess.

Tapi, para pelaku lagi lagi mengejar terdakwa dan mengeroyoknya hingga babak belum. "Saat dikeroyok hingga tiga kali. Pada saat pemukulan terakhir, secara spontan saya langsung tarik badik dan tikam," bebernya.(*)

Penulis: Hasan Basri
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved