TribunTimur/

Ilham Arief Sirajuddin: Kepergian Pak Supomo Menyiksa Saya

Aco sedih bukan hanya karena kehilangan sahabat. Batin Aco sangat tersiksa karena tidak bisa melayat dan melihat terakhir kalinya wajah Supomo

Ilham Arief Sirajuddin: Kepergian Pak Supomo Menyiksa Saya
HANDOVER
Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo turut melayat almarhum Supomo Guntur di Jl Daeng Tata 1 Blok V No 6, Kelurahan Bonto Duri, Kecamatan Tamalate, Makassar, Sulsel, Sabtu (22/4/2017). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Wali Kota Makassar 2004-2014, Ilham Arief Sirajuddin, hanya bisa menangisi kepergian mantan wakilnya, Supomo Guntur, di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat.

Selain mendampingi Aco, sapaan Ilham, sebagai wali kota diperiode kedua, 2009-2014, Pak Mo, sapaan Supomo, juga menjabat Sekretaris Kota (Sekkot) Makassar di periode pertema pemerintahannya.

Baca: Supomo Guntur Dimakamkan di Bontomatene Jeneponto

Ilham-Supomo maju ke Pilwali Makassar periode kedua dengan tagline IASmo.

Aco sedih bukan hanya karena kehilangan sahabat dan kakak. Batin Aco sangat tersiksa karena tidak bisa melayat dan melihat terakhir kalinya wajah Supomo.

Baca: Innalillah, Mantan Wawali Makassar Supomo Guntur Meninggal Dunia

Kepedihan Aco dituangkan dalam surat khusus yang dikirim ke Tribun-Timur.com melalui kakak kandungnya, Syamsul Bachri Sirajuddin, Selasa (25/4/2017) siang.(*)

Berikut petikan jeritan batin Aco:

Selamat Jalan Pak Supomo,
Sungguh Saya Sangat Kehilangan

SELAMA menjalani masalah hukum yang sedang mendera saya, ada satu hal yang paling saya takuti setiap waktu. Hal itu adalah ketika ada berita soal teman, sahabat, atau keluarga yang tertimpa musibah. Baik itu sakit, apalagi kematian.
Mengapa? Karena hal itu bukan hanya menimbulkan rasa kehilangan yang sangat mendalam. Batin saya pun akan ikut tersiksa karena tidak bisa datang membesuk.
Saya tidak bisa datang berbela sungkawa sebagaimana menjadi kebiasaan saya selama ini. Itu menyiksa saya.
Rasa sedih ini juga saya alami saat mendengar kabar duka, Pak Supomo Guntur berpulang ke Rahmatullah.
Saya sangat tersiksa karena tidak bisa mengantar jenazah beliau untuk terakhir kali. Apalagi almarhum, bagi saya, sudah saya anggap sebagai kakak.
Begitu banyak jasa dan kontribusi telah almarhum berikan kepada saya
selama sepuluh tahun memimpin Kota Makassar.
Tidak ada prestasi yang saya raih, tanpa bantuan dari beliau. Baik bantuan secara pribadi maupun kedinasan.
Karena itu, kepergian Pak Supomo
Sungguh membuat saya merasa sangat kehilangan.
Meski saya tidak kuasa hadir, izinkan saya berbela sungkawa melalui surat ini.
Teriring permohonan maaf dan harapan semoga keluarga yang ditinggalkan
tabah, sabar, dan istiqamah menerima cobaan ini.
Mari mengikhlaskan kepergian beliau.
Saya tahu persis, beliau orang baik, penuh konsistensi, dan berkarakter.
Semua yang dimiliki almarhum membuat saya sangat tertolong.
Baik saat beliau masih menjabat Sekda
apatah lagi saat menjadi wakil wali kota
mendampingi saya.

Wassalamu Alaikum Wr Wb
Sukamiskin, 24 April 2017
Ilham Arief Sirajuddin

Penulis: AS Kambie
Editor: AS Kambie
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help