TribunTimur/

Hari Kartini 2017

Ini Alasan Marniati Selalu Semangat Mengajar di Pulau Terjauh Sulbar

Ia guru berstatus honorer, mengajar di SMP Satu Atap Pulau Ambo, Desa Bala-balakang Timur, Kecamatan Kepulauan Bala-balakang.

Ini Alasan Marniati Selalu Semangat Mengajar di Pulau Terjauh Sulbar
nurhadi/tribunsulbar.com
Marniati 

TRIBUNSULBAR.COM, BALA-BALAKANG - Tak banyak guru yang rela mengabdikan diri di daerah terpencil, apalagi daerah kepulauan minim alat komunikasi dan harus mengarungi lautan yang luas.

Marniati (30), seorang warga Malunda salah seorang yang rela mengabdikan diri mengajar di daerah yang terpencil atau daerah kepulauan meski status tidak jelas.

Ia guru berstatus honorer, mengajar di SMP Satu Atap Pulau Ambo, Desa Bala-balakang Timur, Kecamatan Kepulauan Bala-balakang.

Alumni Universitas As-Syariah Mandar jurusan Bahasa Indonesia itu, harus rela menempuh  waktu sekitar 7 jam dan mengarungi lautan menggunakan perahu kayu demi sebuah pengabdian.

Hanya satu alasannya, ia ingin melihat anak bangsa yang ada dipelosok atau kepualauan dapat mengenyam pendidikan sebagaimana anak-anak bangsa yang berada di perkotaan.

Ia menuturkan, banyak suka dan duka dalam melakoni pekerjaan tersebut.

"Sukanya karena anak-anak disini juga semangat belajar, jadi kita ini juga sebagai guru bersemangat," katanya kepada TribunSulbar.com, di Pulau Ambo, Rabu (18/4/2017).

"Dukanya, karena upah kami sangat rendah, tidak sesuai dengan daerah dimana kami mengajar. Honor saya disini hanya Rp 500 ribu per bulan, sebenarnya itu sangat tidak cukup, tapi syukuri saja demi melahirkan anak-anak yang berkualitas di pulau ini," ujarnya.

"Ditambah kondisi sekolah kami yang sangat memprihatinkan," ujarnya menambahkan.

Ia menuturkan, disekolah tempat ia mengajar hanya ada enam orang tenaga pengajar.

"Kami ada enam orang disini tenaga pengajar, hanya satu PNS cuman kepada sekolah selebihnya kontrak dan honorer, termasuk saya adalah honorer, itupun sebagian selalu tidak berada ditempat," ungkapnya.

"Jadi, kadang semua mata pelajaran kita ambil," ucapnya.

Ia berharap, kedepannya ada perhatian yang lebih dari pemerintah untuk mereka yang mengabdi di daerah kepulauan.

Penulis: Nurhadi
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help