Hari Kartini 2017

Digaji Rp 360 Ribu Per Bulan, Bidan Muda Ini Arungi Lautan Demi Ibu Hamil

Pulau ini salah satu gugusan pulau yang ada di Kecamatan Kepulauan Bala-balakang, Kota Mamuju, Sulbar.

Digaji Rp 360 Ribu Per Bulan, Bidan Muda Ini Arungi Lautan Demi Ibu Hamil
nurhadi/tribunsulbar.com
Maspah 

TRIBUNSULBAR.COM, BALA-BALAKANG - Maspah (24), seorang bidan suka rela yang bertugas di Desa Pulau Ambo.

Pulau ini salah satu gugusan pulau yang ada di Kecamatan Kepulauan Bala-balakang, Kota Mamuju, Sulbar.

Menuju pulau yang mayoritas dihuni oleh masyarakat  Suku Mandar ini, Maspah membutuhkan waktu sekitar tujuh jam menggunakan perahu kayu dari Kota Mamuju.

Meski gajinya hanya Rp 360 ribu per bulan, putri dari pasangan suami istri Bahuddin dan Sisa ini, rela mengarungi lautan demi melayani ibu-ibu hamil yang membutuhkan tenaganya.

"Hanya dapat jasa BPJS, paling tinggi itu Rp 360 ribu sebulan, selebihnya itu biasa ada masyarakat mengerti kalau berobat atau dilayani ada yang kasih sekitar Rp 10 ribu sampai Rp 20 ribu," kata Maspah kepada TribunSulbar.com saat ditemui di Pulau Ambo, Kamis (20/4/2017).

"Sebenarnya sering terlintas dipikiran untuk berhenti karena dengan upah seperti ini sangat tidak layak. Tapi saya tidak tega karena masyarakat juga membutuhkan kami, karena kalau bukan kita siapa lagi karena sangat jarang ada yang mau bekerja seperti kami," ujar Maspah dengan mata berkaca-kaca.

Alumni Stikes Fatimah Mamuju itu menuturkan, sebelumnya ia bertugas di Pulau Sabakkatan selama tiga tahun enam bulan.

"Dulu saya bertugas di Pulau Sabakkatan, jadi setiap tiga bulan saya kembali lagi ke Pulau Ambo," tuturnya.

Jarak tempuh dari Pulau Ambo ke Pulau Sabaklatan membutuhkan waktu sekitar empat jam.

Maspah mengaku merasa sangat bahagia, bila ada orang sakit lantas ia bisa mengobatinya.

Namun, terkadang juga ia merasa berkecil hati bila ada warga sakit namun dia tak mampu mengobatinya.

"Kondisi seperti itulah kadang membuatku berkecil hati, apa lagi kalau mau dirujuk ke Mamuju baru besar ombak, bisanya kita hanya bersabar," kata Maspah menceritakan perjuangannya.

Ia berharap, kedepannya ada perhatian lebih baik dari pemerintah untuk pekerja medis seperti mereka yang bertuga di pulau terpencil.

"Harapan kepada pemerinta bisa diperjalas status kami, supaya bisa juga betah kerja dan bertahan lama disini," harapnya.

Penulis: Nurhadi
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help