TribunTimur/
Home »

Maros

Pungli Penerimaan Siswa Baru

Dana BOS Tak Cukup, Komite SDN 2 Maros Minta Sumbangan ke Orangtua

Untuk orangtua yang kurang mampu, tidak diwajibkan untuk menyumbang. Sumbangan tersebut juga digunakan untuk pengadaan bangku di kelas satu

Dana BOS Tak Cukup, Komite SDN 2 Maros Minta Sumbangan ke Orangtua
TRIBUN TIMUR/ANSAR
SDN 2 Unggulan Maros 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Ansar Lempe

TRIBUN-TIMUR.COM, MAROS - Calon murid baru SDN 2 Unggulan Maros diduga dimintai uang sumbangan mulai Rp 200 ribu sampai Rp 2,5 juta oleh Komite.

Sumbangan yang bersifat wajib tersebut akan digunakan untuk biaya SD yang dinyatakan lulus oleh pihak sekolah. 

Hal ini dikatakan oleh seorang orangtua murid yang meminta identitasnya dirahasiakan, Jumat (21/4/2017).

Sumber tribunmaros.com mengatakan, setelah anaknya dinyatakan lulus, pihak sekolah lalu mengundang masing-masing orangtua murid untuk diwawancara.

Dalam wawancara, orangtua dimintai keterangan mengenai kesiapannya untuk menyumbang.

"Saat anak saya lulus, saya diundang oleh pihak sekolah. Komite memanfaatkan momen tersebut untuk meminta sumbangan. Sumbangannya bervariasi, sesuai dengan kemampuan orangtua," katanya.

Untuk orangtua yang kurang mampu, tidak diwajibkan untuk menyumbang. Sumbangan tersebut juga digunakan untuk pengadaan bangku di kelas satu dan pembangunan Musallah.

"Komite menyampaikan, katanya sumbangan itu juga digunakan untuk membeli kursi. Dulunya, murid hanya menggunakan kursi plastik. Makanya mau diganti dengan kayu," katanya.

Sementara Kepala SDN 2 Unggulan Maros, Halimah Tahang membantah melakukan pungutan liar. Pungutan kepada orangtua murid dilakukan oleh Komite dan tidak ada keterlibatan sekolah.

Berdasarkan informasi yang diterimanya, keputusan sumbangan tersebut berdasarkan kesepakatan komite dengan orangtua murid.

"Yang tidak mampu menyumbang tidak apa-apa. Tidak ada juga paksaan. Tergantung dari kemampuan orangtua murid. Jadi ada yang menyumbang mulai Rp 200 ribu. Ada juga Rp 2,5 juta," katanya.

Sumbangan tersebut untuk pengadaan bangku di kelas 1 dan pemeliharaan Musalla.  Sebanyak 56 orang murid yang terima di SDN Unggulan ini.

"Dana BOS  yang diterima tidak cukup. Kami hanya menerima Rp 40 juta sa Sementara banyak yang harus dibenahi dan dibayar, seperti listrik, PDAM, internet dan pembayaan delapan honorer," katanya.(*)

Penulis: Ansar
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help