Abrasi Pantai Hantui Warga Pulau Ambo Mamuju, ini Permintaan Kepala Desa

Ancaman dari luar adalah diperebutkannya pulau tersebut oleh Sulbar dan Kalimantan.

Abrasi Pantai Hantui Warga Pulau Ambo Mamuju, ini Permintaan Kepala Desa
nurhadi/tribunsulbar.com
Pulau Ambo, Mamuju 

TRIBUNSULBAR.COM, BALA-BALAKANG – Kepala Desa Kepulauan Bala-balakang Timur, Bahtiar Salam mengeluhkan abrasi pantai yang mengancam keselamatan warganya.

Keluhan tersebut disampaikan Bahtiar Salam kepada TribunSulbar.com, saat ditemui di Pulau Ambo, Rabu (19/4/2017)

Menurutnya ada dua ancaman yang paling berbahaya, yakni ancaman dari luar dan ancaman dari dalam.

Ancaman dari luar adalah diperebutkannya pulau tersebut oleh Sulbar dan Kalimantan.

Ancaman dari dalam itulah yang sesungguhnya paling berbahaya, yakni ancaman abrasi pantai.

“Abrasi pantai ini yang paling berbahaya bagi kami, ini lebih berbahaya dari pada Kalimantan memasukan Bala-balakang dalam perda RTRW nomor 1 tahun 2016, karena mungkin itu bisa diperbaiki atau bisa dikomunikasikan antar pemerintah, tetapi abrasi pantai ini tidak akan bisa dikomunikasikan jika pemerintah tidak segera mungkin bertindak,” tegasnya Bachtiar

Ia mengungkapkan, kurang lebih 10 rumah warganya yang sudah dievakuasi disebabkan oleh abrasi pantai.

“Kami berharap, dengan hadirnya bupati (Mamuju) dan gubernur (Sulbar) disini, dapat melihat langsung kondisi kami, dan segera mungkin mengabulkan permintaan kami untuk pengadaan tanggul pemecah ombak yang sudah sekian lama kami usulkan, demi keselamatan kami disini,” harapnya.

Tribunsulbar.com mengunjungi Pulau Ambo bersama rombongan Bupati Mamuju,

Penulis: Nurhadi
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help