TribunTimur/
Home »

Wajo

Hari Kartini 2017

Awalnya Terpaksa, Kini Hakim Wanita PN Sengkang Ini Mencintai Profesinya

Saat lulus kuliah jurusan hukum Universitas Airlangga Surabaya, ia ingin lanjutkan karir sebagai pengusaha dengan membuka salon dan butik.

Awalnya Terpaksa, Kini Hakim Wanita PN Sengkang Ini Mencintai Profesinya
st hamdana/tribunwajo.com
Pipit Christa Anggreni Sakawael 

TRIBUNWAJO.COM, TEMPE - Pipit Christa Anggreni Sakawael melalui banyak suka dan duka sebelum berprofesi sebagai hakim .

Ibu satu anak ini awalnya tak ingin menjadi hakim.

Saat lulus kuliah jurusan hukum Universitas Airlangga Surabaya, ia ingin lanjutkan karir sebagai pengusaha dengan membuka salon dan butik.

"Tapi karena saya anak nurut, ibu dan ayah saya bilang, buat apa saya dikuliahkan jadi sarjana hukum kalau ilmunya tidak dimanfaatkan. Jadi saya coba saja saat itu untuk daftar sebagai hakim," ujar wanita kelahiran Bali, 28 Februari 1986 tersebut kepada TribunWajo.com, saat ditemui di kantornya, Pengadilan Negeri Sengkang, Jl Bau Baharuddin, Kota Sengkang, Wajo, Kamis (20/4/2017).

Hingga akhirnya ia jadi hakim dan merasa nyaman dengan pekerjaannya.

"I love my job. Memang berawal dari keterpaksaan, tapi setelah saya jalani, saya nyaman dan merasa bahwa profesi ini adalah amanah yang harus saya jalankan dengan baik. Saya mulai ikhlas dan kata terpaksa itu tak lagi ada," terang istri Timur Agung Nugroho tersebut.

Kata Pipit, hakim perempuan acap kali dianggap tidak bisa mengambil putusan yang berimbang karena cenderung mengedepankan perasaan.

"Itulah tantangan wanita-wanita era saya, harus bisa tunjukkan profesionalisme, agar tidak dipandang sebelah mata," jelasnya.

Menurut pipit, wanita-wanita era ini, yang loyal terhadap profesinya, adalah Kartini Kartini tangguh, karena hadapi tantangan yang lebih berat.

"Semakin berat tantangan dan kita bisa survive, maka itu lah Kartini yang sesungguhnya, bertahan dalam segala kemungkinan terburuk," tuturnya.

Ibu adalah sosok yang jadi inspirasi bagi anak kedua dari tiga bersaudara tersebut.

"Sehebat apapun perempuan diluar sana, sebaik apapun mereka, tak ada yang seperti ibu kita sendiri," tandasnya.

Penulis: St Hamdana Rahman
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help